Babe Cabiita Hindari Topik Politik di Media Sosial

Jakarta: Komedian dan aktor muda Priya Prayogha Pratama alias Babe Cabiita mengaku hanya memakai media sosial untuk hiburan dan bersenang-senang. Dia menghindari topik sensitif yang riskan menuai perundungan, seperti politik atau agama.

“Aku enggak menggunakan medsos untuk bersuara masalah politik. Sekarang lebih buat (foto) anak, lucu-lucuan,” ujar Babe saat ditemui di kawasan Palmerah Jakarta, Kamis, 18 Oktober 2018.

Lagipula, menurut Babe, postingan yang bukan politik atau agama saja kadang mendapat komentar negatif dari warganet. Pemain film Rafathar ini pernah menemui komentar negatif ketika mengunggah foto anaknya yang masih bayi, Bambino.

“Warganet kan jahat-jahat. Kadang kita ngepos apa, misal foto anak, anaknya juga dirundung. Jadi mending menghindari hal-hal sensitif kayak politik, agama,” ungkap Babe.

Namun bukan berarti Babe anti obrolan politik. Pria kelahiran 1989 ini mengaku masih sering ngobrol soal politik dengan Raditya Dika. Ini menandakan bahwa bagi Babe, media sosial hanyalah bagian kecil dari kehidupan sehari-hari.

“Belajar (media sosial) kayak Radit saja. Dia menjual alay-nya. Radit pernah enggak bahas politik? Enggak pernah. Tapi kalau omong berdua sama dia, bahasnya politik terus,” tutur Babe.

“Kalau buat medsos, lebih untuk diam dan have fun sajalah,” pungkasnya.

(ELG)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Patung David Bowie Kembali Dirusak

Jakarta: Monumen penghormatan untuk musisi legendaris asal London, David Bowie kembali dirusak. Patung itu berlokasi di kota Aylesbury di mana Bowie memulai debutnya sebagai ikon Ziggy Stardust pada 1972.

Menurut laporan Billboard, seorang pria berusia 29 tahun ditangkap pada Rabu, 17 Oktober waktu setempat karena diduga melakukan pengrusakan terhadap patung Bowie.

Vandalisme kali ini yaitu berupa cat semprot biru pada patung. Beberapa jam setelahnya patung telah dibersihkan. David Stopps, promotor musik yang menggagas dana dan kampanye crowdfunding untuk patung menjamin monumen David Bowie akan dipulihkan seperti semula.

Patung yang diberi judul Earthly Messenger itu memiliki ukuran nyata David Bowie dengan bahan perunggu. Patung itu diengkapi dengan speaker yang memainkan musik sang legenda di tiap jamnya.

Kasus vandalisme pertama terjadi pada Maret lalu setelah 48 jam diresmikan. Tampak cat semprot bertuliskan “Feed the homeless first” (beri makan tunawisma terlebih dulu) pada ubin lantai serta tulisan “RIP DB” pada dinding.

Patung ini diresmikan pada Minggu, 25 Maret 2018 oleh vokalis band rock asal Inggris Marillion, Steve Hogarth.

(ELG)

Ronal Surapradja Sebut Komika Harus Punya Konsistensi

Jakarta: Ronal Surapradja menilai kehadiran stand-up comedian atau komika telah menjadi seperti “menu instan” bagi berbagai konten dan program acara yang berusaha bagus dan menghibur. Sayangnya, tidak semua upaya ini berhasil. 

“Kenapa sih apa-apa harus stand-up comedian?” kata Ronal kepada Medcom.id di kawasan Tebet, Rabu kemarin, ketika disinggung apakah rencana program sitcom barunya bersama pemain eks Extravaganza akan melibatkan komedian tunggal.

“Untuk setiap media atau acara sekarang, stand-up comedian itu seperti bumbu penyedap, harus ada. Ada siaran radio, gimana biar bagus? Panggil stand-up comedian. Acara TV? Pakai stand-up comedian. Film? Pakai stand up comedian. Ada yang berhasil, ada yang enggak. Ada yang bumbunya pas, ada yang kurang, ada yang kelebihan,” tuturnya.

Namun, Ronal menegaskan dirinya tidak berupaya membuat kubu kontra stand-up comedian. Dia mengaku segan karena para pelawak tunggal ini memiliki komunitas yang besar, kuat dan solid. 

“Saya enggak anti, tetapi lebih suka orang-orang yang tidak terlalu harus dibuat menjadi lucu karena kami (Extravaganza) pun bukan pelawak. Kami adalah aktor dan aktris yang memainkan naskah komedi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ronal memberi sorotan khusus terhadap konsistensi dan tanggung jawab pelawak generasi baru ini, yang kebanyakan adalah millenial generasi Y. Pria kelahiran 1977 ini berharap mereka bisa belajar lebih banyak dari komedian yang sudah berpengalaman. Salah satunya soal komitmen.

“Saya sangat suka dengan militansi dan kekompakan mereka. Komunitas kuat banget dan saling mendukung,” ujar Ronal. “Namun ketika harus bersaing dalam dunia hiburan, kembali lagi, mereka harus punya tak hanya keahlian, tetapi juga konsistensi dan tanggung jawab kepada profesinya.”

Dia memberikan contoh kasus sejumlah komedian yang melanggar komitmen kerja di radio karena sibuk tampil di pertunjukan komedi tunggal. Ronal juga menerima keluhan ini dari temannya sesama penyiar. 

“Ada beberapa radio yang penyiarnya stand-up comedian. Ternyata enggak komitmen. Banyak show, radio ditinggalkan. Ya gimana, di radio kan datang setiap hari, enggak boleh telat. Mungkin hype sedang tinggi, acara televisi sedang banyak, ada tur, siaran radio ditinggal,” tutur Ronal.

“Padahal sama-sama penting,” pungkasnya.

(DEV)

Hanung Bicara Pentingnya Keberanian bagi Anak Muda

Hanung Bramantyo (Foto: dok. Humas UNY)

Yogyakarta: Sutradara beken Hanung Bramantyo didaulat sebagai pembicara dalam Studium Generale Mahasiswa Baru Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2018. Dalam kesempatan ini Hanung membocorkan rahasia sukses bertahan di industri kreatif.

Menurutnya, seseorang harus memiliki nyali dan keberanian untuk mengungkapkan ide dan bakat melalui karya.

“Keberanian harus ditumbuhkan. Sikap berani sangat penting untuk membentuk keunggulan diri,” ucap Hanung di depan sekitar 860 mahasiswa baru FBS UNY, Selasa 16 Oktober 2018.

Keberanian yang dimaksud meliputi keberanian untuk memilih, bersikap, mengakui kesalahan, dan keberanian untuk bangkit serta memulai kembali. Selain itu, kreativitas mutlak harus dimiliki para pekerja industri kreatif. Sebab industri ini selalu menghasilkan suatu karya baru yang unik.

“Jadi mahasiswa unggul dan kreatif itu minimal mempunyai minat dan motivasi di bidang yang ditekun,” tutur pria yang sempat mengecap pendidikan di FBS ini.

Ia turut mengajak mahasiswa agar gemar membaca. Sebab membaca dapat mencerdaskan manusia dan bangsa. Tradisi membaca dapat meliputi banyak hal. Ia mencontohkan membaca teks, bunyi, fenomena, dan juga tanda-tanda.

Menurutnya, anak-anak muda semestinya tidak hanya berorientasi pada mencari nilai akademik, tapi harus berorientasi pada pencapaian kompetensi. “Itulah sebabnya, membaca menjadi syarat mutlak menjadi manusia unggul. Membaca adalah prasyarat untuk memasuki industri kreatif,” tegas suami dari Zaskia Mecca ini.

Saat ini Hanung sedang berfokus menggarap film Bumi Manusia yang diadaptasi dari novel Pramoedya Ananta Toer.

(ELG)

Ini yang Paling Dikhawatirkan Bimbim Slank di Pilpres 2019

Jakarta: Jelang Pemilihan Presiden 2019, Bimo Setiawan alias Bimbim Slank mengaku tidak lagi khawatir atas serang-serangan dari pendukung fanatik kedua pasangan calon. Hal yang lebih dia cemaskan, ada pihak ketiga yang datang dan mengadu domba kedua kubu.

“Kalau fanatisme antar golongan, gue rasa anak zaman sekarang sudah malas,” kata Bimbim saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 16 Oktober 2018.

“Justru, orang yang kasih program dan ide bagus, itu yang didekati generasi milenial. Kalau menyerang kubu sebelah, hancurkan kubu lawan, itu malah ditinggalkan. Nah yang bahaya justru bukan dari kedua kubu, tetapi ada ‘divide et impera’ yang menyulut bensin,” imbuh Bimbim memberi perumpamaan.

Bimbim tidak menyebut spesifik pihak yang mungkin memecah belah atau dari mana kecemasan itu muncul. Namun dia merasa bahwa kampanye serangan antar kubu peserta Pemilihan Presiden bukan hal aneh.

Who knows ya? Mungkin ada bangsa lain enggak suka dengan kita, yang bakar api di saat bensin sedang membara. Itu yang gue takutkan. Kalau masalah kubu sini, kubu situ, itu biasa ya,” ungkap Bimbim.

Musisi kelahiran 25 Desember 1966 ini juga bercerita bahwa salah satu putrinya, Mezzaluna D’Azzuri, sudah berusia 17 tahun dan berhak mengikuti Pemilihan Umum. Bimbim mengamati bahwa Mezzaluna sudah punya kedewasaan dalam menilai kualitas calon Presiden lewat kampanye.

“Dia pintar banget melihat calon dengan program. Kalau ada yang menyerang, dia bilang, ‘Kok itu norak banget’. Artinya, sudah ada kedewasaan bangsa kita dan ya kalau masih pakai itu (menyerang kubu lawan), bakal ditinggal,” tukas Bimbim.

Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden untuk Pemilihan Umum 2019, yaitu Joko Widodo-Ma’aruf Amin di nomor urut satu dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di nomor urut dua.

Kini Pemilu 2019 masuk tahap kampanye hingga 13 April 2019. Pemungutan dan penghitungan suara akan diadakan selama 8 April hingga 17 April 2019.

Sementara itu, kini Bimbim sedang sibuk bersama Slank dalam rangkaian tur musik hingga November 2018. Pada akhir tahun nanti, mereka hendak membuat konser akbar di Gelora Bung Karno untuk merayakan usia 35 tahun Slank sejak dibentuk pada 1983.

(ELG)

Kanye West dan Kim Kardashian Beri Hadiah untuk Presiden Uganda

Jakarta: Pasangan Kanye West dan Kim Kardashian menghabiskan waktu liburan bersama anaknya, North pada Senin, 14 Oktober 2018 di Uganda. 

Sela momen liburan, kesempatan itu digunakan untuk menyapa Presiden Uganda Yoweri Museveni dan putrinya Diana di kediaman resmi presiden di Entebbe.

Dalam pertemuan itu, Kanye dan Kim memberi hadiah sepasang sepatu Yeezy putih besutan Kanye. Mereka juga berdiskusi tentang pariwisata dan promosi kesenian di Uganda.

Kanye dan Kim bersama putrinya North terbang ke wilayah Afrika Timur selama lebih dari seminggu. Sementara dua anak mereka, Saint dan Chicago ditinggal di rumah.

Selama di Uganda, Kanye juga mempersiapkan album kesembilan Yandhi dan melakukan rekaman. Mereka tinggal di Chobe Safari Lodge, Murchison Falls National Park.

Yoweri Museveni pun memberikan ucapan terima kasih melalui akun Twitter miliknya kepada Kim Kardashian dan Kanye West.

“Saya menyambut kedatangan para bintang Amerika Kanye West dan Kim Kardashian di Uganda. Saya melakukan diskusi bermanfaat bersama keduanya tentang bagaimana melakukan promosi pariwisata dan karya seni di Uganda. Saya berterimakasih kepada Kanye untuk hadiah sepasang sneakers putih. Selamat menikmati waktu Anda di Uganda. Ini adalah permata sesungguhnya di Afrika,” tulis presiden berusia 74 tahun itu melalui akun Twitter.

Pertemuan itu tidak hanya bersama Presiden Uganda dan putrinya. Perwira Jenderal Mayor Uganda sekaligus Penasihat Utama Presiden, Muhoozi Kainerugaba turut hadir dalam lingkaran perbincangan tersebut.

(DEV)

Gugun “GBS” Pilih Presiden yang Bisa Hukum Mati Koruptor

Jakarta: Pentolan Gugun Blues Shelter (GBS), Gugun ikut mengamati iklim situasi jelang pemilihan presiden tahun mendatang. Ditanya soal sosok pemimpin ideal, Gugun mendambakan pemimpin yang dapat mengusut tuntas perihal korupsi di tanah air.

“Yang jelas masalah yang paling kronis di Indonesia adalah korupsi. Kalau bisa seorang koruptor harus dihukum seberat-beratnya. Karena isu di negara kita itu yang selalu menjadi perhatian,” paparnya ditemui Medcom.id di kawasan Palmerah, Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018.

Dia menambahkan realita sikap para koruptor yang masih bisa tersenyum ketika diringkus terkait kasus korupsi. Namun, Gugun tidak menyebutkan nama.

“Seorang koruptor bisa ditangkap senyum-senyum saja, 3-4 tahun harus keluar terus berkuasa lagi. Yang paling jelas berapapun nilai yang dia korup dihukum sebenar-benarnya. Hukum mati sebenarnya. Kalau ada presiden begitu, gua pilih,” katanya tegas.

Jelang Pilpres 2019, warganet turut memberikan komentar dan aspirasinya melalui media sosial. Hal ini membuat iklim politik tampak memanas terutama dengan beberapa konten berita palsu atau hoax yang banjir di lini masa.

Saat ditanya soal kesiapan masyarakat dengan pesta demokrasi, Gugun menyatakan banyak masyarakat yang belum siap.

“Belum. Terutama buat orang-orang yang di daerah terutama saya lihat, berbeda. Kalau di Jakarta mungkin bisa sih. Kalau di daerah rada-rada membingungkan. Mudah terprovokasi,” paparnya.

Dia menyebutkan, ada dua hal yang memprovokasi masyarakat terutama di daerah.

“Media sosial, sama media. Satu berita ditampilkan terus padahal berita itu enggak penting sih, cukup sekali. Dengan judul berbeda sama, enggak ada apa apa di situ,” kata Gugun.

“Ketika itu tidak dimunculkan terus, orang juga enggak akan terbakar. Selama ini juga dilihat media harus ada sanksi dari pihak berwajib. Kenapa ini (isu) terus.”

Selain media sosial dan media massa, Gugun pun menilai beberapa masyarakat fanatik yang dirasa berlebihan dalam menilai dan memberikan suara kepada masing-masing paslon.

“Kalau dilihat keadaan politik, iklim politik lucu sih sebenarnya. Orang terlalu fanatik berlebihan. Kalau saya pikir enggak penting. Ketika siapa yang menang kita harus dukung pemerintah,” terangnya.

Demokrasi yang menurutnya adalah menggunakan hak pilih pribadi kini terusik dan tidak lagi menjadi privasi.

“Cuma belakangan besar dari 2014 sudah sedikit melenceng sih, demokrasi malah enggak ada. Orang mendukung pun sebenarnya rahasia. Ini enggak, enggak ada rahasia lagi. Jadi, enggak fair. Ketika jagoan lo kalah ya sudah. Seharusnya kan gitu ya. Terlalu dipermasalahkan jadinya demokrasi dan pemerintahan kita jalannya enggak bagus. Karena orang tidak bisa menerima kekalahan yang fair,” pungkasnya.
 

(ELG)

Pesan Ridho “Slank” Jelang Pilpres 2019

Jakarta: Slank dikenal sebagai salah satu grup musik Indonesia yang dikenal berani memberi kritik terhadap pemerintah. Mereka bahkan sempat digugat pihak DPR karena merasa tersinggung atas lagu Gossip Jalanan.

Jelang kontestasi politik tahun mendatang, Ridho “Slank” memaparkan sosok pemimpin ideal untuk Indonesia.

“Sosok pemimpin yang benar-benar punya visi ke depan buat Indonesia. Bukan buat kelompok, bukan buat pribadi. Sosok yang benar-benar mikir bahwa keadilan sosial itu penting, pemerataan pembangunan itu penting. Pembangunan bukan cuma secara infrastruktur, pemerataan kesehatan, pendidikan, ekonomi, menurut gua sih itu,” kata gitaris Slank tersebut di kawasan Palmerah, Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018.

Dia tidak menunjukkan keberpihakan pada salah satu paslon (pasangan calon). Namun, dia berharap dan mengimbai agar masyarakat Indonesia tidak terlalu fanatik terhadap salah satu paslon.

“Kedua belah pihak kadang-kadang kalau kita udah merasa itu junjungan, apapun diomongin walapun salah kita anggap benar. Itu yang bahaya. Makanya gua berusaha menjaga kewarasan gua,” paparnya.

“Kalau pun gua memilih salah satu pasangan, tiba-tiba dia membuat satu kesalahan pasti gua protes. Gua menjaga kewarasan gua,” imbuhnya.

Menurutnya, menjaga kewarasan itu penting agar masyarakat Indonesia sebagai pemilih bisa melihat tindakan benar dan salah.

“Menjaga kewarasan itu penting supaya kira enggak terlalu berpikir bahwa apa yang dibikin sama pilihan kita pasti benar. Namanya juga manusia. Tapi at least, kalau kita bisa menemukan pemimpin yang bisa mendengarkan apa yang kita mau itu bagus,” jelasnya.

Pemilihan presiden 2019 melibatkan dua pasang calon presiden dan wakil presiden, yaitu pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

(ASA)

Figur Calon Presiden Impian Eross “Sheila On 7”

Eross Candra “Sheila On 7”. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Eross Candra, gitaris grup Sheila On 7 sebagai bagian dari warga negara Indonesia memimpikan sosok pemimpin yang berani mengambil keputusan tanpa kepentingan pribadi pihak lain. Jawaban Eross ini terkait dengan pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan dilakukan tahun 2019. Seperti kita ketahui, terdapat dua pasang Capres-Cawapres, yaitu Joko Widodo – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Lantas, figur seperti apa yang ideal memimpin Indonesia menurut Eross?

“Memegang teguh kebenaran sudah pastilah. Tapi yang utama dia tidak takut dalam mengambil keputusan. Kalau ‘dititipi’ dari berbagai pihak dia tidak peduli, pokoknya demi kebenaran, demi Indonesia,” kata Eross ditemui di Bentara Budaya, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Jelang pesta demokrasi yang akan berlangsung pada April mendatang, Eross bersama teman-teman Sheila tidak menerima atau melakukan aksi turun gunung maupun menggelar panggung konser untuk mendukung salah satu pasangan calon. Menurutnya, hal itu cukup sensitif jika berdampak pada Sheila Gank, penggemar Sheila On 7.

“Enggak. Karena menurut kita, saya enggak mau ada fans Sheila On 7 yang memilih calon presiden atau partai atau apapun  karena pilihan Sheila On 7 karena kita belum siap,” papar pria asal Yogyakarta tersebut.

“Kita juga belum tahu ini seperti apa, jadi kita kepingin sama-sama mencari tahu si calon itu. Jadi ketika dia memilih dengan hati nuraninya, bukan karena idolnya,” sambungnya.

Kontestasi politik yang kian memanas turut membuat sejumlah berita palsu atau hoax banjir di lini masa media sosial. Eross berharap, pemimpin ke depan adalah sosok yang memperhatikan kebutuhan bangsanya.

“Yang terbaik yang terpilih dan masyarakat Indonesia tidak dirugikan,” kata Eross.

(ASA)

Usai Melahirkan, Istri Adam Levine Kembali ke Panggung Victoria’s Secret

Jakarta: Setelah absen dua tahun, model Behati Prinsloo siap melenggang di panggung Victoria’s Secret tahun ini. Istri dari pentolan Maroon 5 Adam Levine tersebut akan beraksi di panggung Victoria’s Secret Fashion Show 2018.

Kabar ini dibenarkan olehnya saat menjadi bintang tamu dalam program Watch What Happens Live with Andy Cohen yang mengudara pada Senin, 8 Oktober 2018.

“Aku kembali tahun ini. Aku telah melewatkan dua tahun,” ungkap ibu dua anak tersebut.

“Aku sedang mengandung saat itu. Aku sangat senang kembali melenggang (di panggung Victoria’s Secret) tahun ini,” paparnya.

Pada September 2016 Behati melahirkan anak pertamanya Dusty Rose. Setahun setelahnya, Behati kembali mengandung anak keduanya yakni Gio.

Dalam panggung Victoria’s Secret 2018 nanti, model kelahiran Afrika Selatan itu akan berada satu panggung dengan Josephine Skriver, Sara Sampaio, Elsa Hosk, dan Winnie Harlow. Belum diketahui pasti apakah Kendal Jenner dan Gigi Hadid ikut dalam Victoria’s Secret tahun ini.

Dalam wawancaranya bersama Andy Cohen, Behati menceritakan kilas balik saat bertemu dengan Adam Levine. Keduanya berkenalan melalui seorang teman. Saat itu, Adam Levine tengah mencari model untuk video musik terbarunya.

“Aku tidak bisa melakukannya, tetapi kami mulai bertukar pesan melalui email. Rasanya seperti berminggu-minggu. Akhirnya, aku berangkat ke Los Angeles untuk sebuah pekerjaan dan kami bertemu (pada 2012),” cerita Behati.

“Itu benar-benar canggung. Kami merasa seperti mengenal satu sama lain. Itu seperti cinta pada pandangan pertama karena kami terus melakukannya,” lanjutnya.

Victoria’s Secret Fashion Show 2018 akan digelar di New York pada 8 November mendatang.

(ELG)

Pemeran Mini-Me dalam Film Austin Powers Dinyatakan Bunuh Diri

Los Angeles: Dinas Kesehatan Los Angeles menyatakan kematian aktor Verne Troyer pada 21 April lalu disebabkan oleh bunuh diri. Klarifikasi itu diumumkan pada Rabu, 11 Oktober 2018. Laporan ini merupakan tindak lanjut dari hasil autopsi yang dilakukan sehari setelah Verne meregang nyawa.

Sebelumnya, aktor Mini-Me dalam serial film Austin Powers tersebut dinyatakan meninggal dunia akibat keracunan alkohol dan masih diduga terkait dengan kondisi kesehatan mental. Menurut laporan The Hollywood Reporter, dia dilarikan ke rumah sakit pada 3 April 2018 lantaran keracunan alkohol. Tiga minggu kemudian, dia dinyatakan meninggal dunia.

Pihak keluarga mengenang sosok aktor dengan tinggi 81 cm itu sebagai pribadi yang peduli.

“Verne adalah sosok yang sangat perhatian. Dia ingin membuat semua orang tersenyum, bahagia, dan tertawa. Siapapun yang membutuhkan, dia akan menolong semampunya,” ungkap pihak keluarga saat mengenang Verne.

Dalam pernyataan pihak keluarga usai kepergian Verne, dia juga dikenal sebagai sosok yang tangguh melawan depresi di masa lalu.

“Selama bertahun-tahun dia berjuang dan menang, berjuang dan menang, berjuang dan berjuang lagi, tapi sayangnya kali ini terlalu banyak,” ungkap pihak keluarga.

“Depresi dan bunuh diri adalah isu yang sangat serius. Anda tidak pernah tahu pergumulan apa yang dilalui seseorang di dalamnya. Bersikaplah baik pada semua orang. Tidak pernah terlambat untuk meminta bantuan pada orang lain.”

Verne Troyer mulai dikenal sejak membintangi film Austin Powers: The Spy Who Shagged Me (1999) sebagai sosok Mini-Me. Sosoknya kemudian sempt menjadi ikon kuat dalam dunia perfilman komedi Hollywood.

Pada 2001, dia sempat muncul dalam film box office Harry Potter and the Sorcerer’s Stone sebelum kembali memerankan Mini-Me untuk Austin Powers in Goldmember (2002).

Perannya sebagai Mini-Me adalah hasil kloning dari Dr. Evil yang diperankan Mike Meyers.

Verne Troyer meninggal pada usia 49 tahun.
 

(ASA)

Menangis Mengenang Istri, Indro Warkop: Saya Tak Akan Pernah Menciumnya Lagi

Jakarta: Nita Octobijanthy menghembuskan napas terakhir pada Selasa malam, 9 Oktober 2018 di RS MMC Kuningan, Jakarta. Nita pergi dalam usia 59 tahun setelah berjuang melawan kanker paru-paru yang baru diketahui hinggap sejak Agustus 2017.

Dalam pesan terakhirnya, Indro mendapatkan amanat untuk menjaga ketiga anak-anak merek, Putri “Iput”, Hada, dan Harley.

“Saya selalu ngomong, ‘kita syukuri ya semuanya, kita punya anak yang baik-baik, yang ganteng yang cantik-cantik’, dia titipkan semua kepada saya, padahal mereka sudah gede-gede. Jangan pernah lepaskan mereka, itu sih yang paling utama,” kata Indro di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

Selama 36 tahun usia perkawinan bersama Nita, Indro selalu merindukan aroma tubuh sang istri. “Semua hidup saya sama dia. Saya suka bau dia. Saya enggak akan pernah menciumnya lagi (menangis). Kadang-kadang orang suka baru sadar ketika sudah seperti ini. Maaf saya cengeng,” kata Indro, dilanjutkan dengan tangis.

Kepergian Nita tentu membuat Indro bersama anak-anak dan keluarga melalui kehidupan baru. Dia akan melakukan penyesuaian sebagai lajang di usia tua yang dirasa sulit dilalui.

“Dulu saya pernah ngukur sama dia jauh hari waktu anak masih kecil. Kalau harus dipanggil aku pinginnya aku duluan, ketika mulai dia sakit dia bilang, ‘aku duluan ya’, aku bilang belum tentu. Lo sakit kayak gini bisa jadi gue yang duluan,” papar Indro.

Rencana awal jenazah Nita dimakamkan di TPU Karet Bivak. Namun, rencana itu berubah karena tidak ada lagi lahan kosong dan hanya ada opsi jenazah ditumpuk. Akhirnya, jenazah dikebumikan di TPU Tanah Kusir. Ini sekaligus direncanakan sebagai tempat peristirahatan Indro bersama sang istri kelak.

“Saya kepingin untuk berdua,” kata Indro.

(ELG)

Sebelum Divonis Kanker, Istri Indro Warkop Awalnya Batuk-Batuk

Indro “Warkop”. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Tidak ada yang menyangka awal mula penyakit kanker ganas yang diderita Nita Octobijanthy, istri Indro “Warkop” ditandai dengan hal kecil yang kerap terbengkalai. Kepada awak media, Indro menceritakan awal mula penyakit kanker paru-paru itu muncul sejak Agustus 2017.

“Ketahuannya Agustus 2017. Setahun sebelumnya itu batuk-batuk. Sudah di-handle THT (spesialis telinga, hidung, tenggorokan) juga. Sebelumnya sudah bagus tapi enggak lama batuk lagi. Saya bawa lagi ke THT. Kemudian ada alergi tapi batuknya makin gila sampai keram perut, sampai keram sebadan itu yang terakhir dan langsung dimasukin (rumah sakit),” cerita Indro di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

Penyakit kanker itu mulai diketahui ketika sahabat Nita yang seorang dokter spesialis jantung memeriksanya. Nita sempat kejang-kejang karena batuk hingga akhirnya keram dan dilarikan ke Unit Gawat Darurat. Dari situ, ditemukan Nita mengidap kanker paru-paru.

“Pas ketahuannya kebetulan saya enggak tahu, waktu itu saya lagi promo (film) enggak tahu apa-apa, orang dia juga nyetir sendiri kok,” katanya.

Saat masa promo film, istri Indro yang terbaring di rumah sakit menyebut itu adalah rezeki sekaligus tanggung jawab yang perlu diselesaikan.

“Bahkan terakhir aku sempat MC di Bali. Aku sudah enggak mau berangkat, dia bilang ‘berangkat mas’, kasihan teman-teman saya yang di Bali katanya, jadi saya berangkat,” cerita Indro.

Nita meninggal dunia pada Selasa, 9 Oktober 2018 di RS MMC Kuningan Jakarta. Dia menghembuskan napas terakhir sehari setelah merayakan ulang tahun yang ke-59.

(ELG)

Indro Warkop Kenang Kopi Terbaik Buatan Sang Istri

Indro “Warkop” dan putrinya, Hada. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Kepergian Nita Octobijanthy membuat Indro Warkop bersama ketiga anaknya Putri, Hada, dan Harley tampak begitu terpukul. Indro mengenang sosok istri yang telah menemaninya selama 36 tahun itu sebagai sosok peracik kopi ternikmat.

“Zaman-zaman ngopi dulu, buat saya dia paling hebat nyampur kopinya. Pokoknya setelah dia sakit saya baru merasa down. Dia berbuat untuk saya 36 tahun tapi saya hanya berbuat satu tahun untuk dia,” kata Indro diakhiri dengan kembali menitihkan air mata di TPU Tanah Kusir, Rabu, 10 Oktober 2018.

Kepergian Nita membuat Indro benar-benar merasa kehilangan. Awalnya, ketika kehidupan tampak berjalan seperti biasa tidak terasa apa-apa. Namun, lambat laun Indro mulai merasa kehilangan saat Nita diketahui menderita sakit pada Agustus 2017.

“Terus terang saya kayak teman sama dia. Saya enggak berasa apa-apa. Tadinya ya biasa saja lah, tapi ketika dia mulai sakit saya langsung berasa. Aduh, kok saya kerasanya kayak hanya punya kaki satu. Saya merasa dulu semuanya diladeni dia. Minum, semua, celana dalam saja saya enggak pernah beli sendiri, dia yang belikan. Semua deh,” cerita anggota satu-satunya dari Warkop DKI tersebut.

Kendati Nita diakui kurang pandai memasak, Indro tetap bersyukur Nita selalu siap menghidangkan makanan untuknya. “Walaupun mungkin bukan masakannya. Kalau minuman, saya selalu dibikinin,” imbuhnya.

Nita diketahui mulai menderita sakit sejak Agustus 2017. Setelahnya, dia menjalani perawatan di rumah sakit untuk menjalani proses pemulihan dari kanker paru-paru.

Nita menghembuskan napas terakhir di RS MMC Kuningan Jakarta pada Selasa, 9 Oktober 2018 sekitar pukul 20.15 WIB. Sehari sebelumnya, pada 8 Oktober Nita sempat merayakan ulang tahunnya yang ke-59.

(ELG)

Punya Tanggal Lahir Sama, Herjunot Ali akan Rindukan Sosok Istri Indro Warkop

Herjunot Ali. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Aktor Herjunot Ali memiliki hubungan baik dengan Hada, salah satu putri pasangan Indro “Warkop” dan Nita Octobijanthy. Momen yang tidak bisa dilupakan dengan Nita ketika mereka saling bertukar ucapan ulang tahun.

“Tadi baru ngobrol sama suaminya Hada, biasanya kalau ulang tahun sama-sama saling ngucapin. Cuma sekarang enggak bisa lagi. Bakal merindukan sosok Mami (Nita). Semoga keluarga Om Indro, Harley, Hada, Mbak Putri bisa tabah dan segala amal ibadah Mami diterima di sisi Allah,” kata Junot di TPU Tanah Kusir, Rabu, 10 Oktober 2018.

Nita dan Herjunot sama-sama berulang tahun pada tanggal 8 Oktober. Sosok Nita yang humoris pun dikenang oleh Junot. Saat SMA dulu, Nita sering berkunjung ke sekolah.

“Di mata anak-anak se-angkatan (Junot satu SMA dengan Hada,) dia orang yang care. Terus bisa dibilang orangtua murid paling asyik. Om Indro inspirasi aku. Kalau Mami dulu sering main ke sekolah karena dekat sama anak-anak jadi sosoknya paling dekat sama kita. Kalau Om Indro dekatnya pas film,” kata aktor berusia 33 tahun itu.

Nita Octobijanthy meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru. Nita Octobijanthy menghembuskan napas terakhir pada Selasa, 9 Oktober 2018 sekitar pukul 20.15 WIB. Nita Octobijanthy meninggal dunia pada usia 59 tahun.

(ELG)

Vino G. Bastian Terharu Istri Indro Warkop Hadiri Premier Wiro Sableng meski Sakit

Jakarta: Aktor Vino G. Bastian berteman baik dengan salah seorang putri pasangan Indro Warkop dan Nita Octobijanthy, Putri atau akrab disapa Iput.

Menurut cerita Vino, sejak duduk di bangku sekolah dasar, Vino dan Putri berteman baik sehingga sempat memiliki memori kenangan dengan mendiang Nita.

“Saya kenal Tante Nita dari saya SD karena Putri (Iput) teman saya dari SD. Pas ketemu sudah sekarang-sekarang syuting film ketemu juga, jadi sudah kenal banget sama Mami (Nita Octobijanthy),” kata Vino di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

Saat di rumah duka, Vino sempat mengangkat keranda jenazah Nita. Vino mengatakan, hubungan baik itu bahkan membuat mendiang Nita sempat datang ke premier film Wiro Sableng pada Agustus lalu.

“Sama Tante Nita kita juga punya hubungan yang baik banget. Sampai terakhir dia sakit banget, kami premier film Wiro Sableng dia datang. Pakai kursi roda, bela-belain sampai didandani sama Hada,” paparnya.

Kepergian Nita membuat Vino ikut merasa kehilangan. Apalagi ketika Vino menjadi saksi saat Indro Warkop pertama kali menerima kabar mendiang Nita masuk rumah sakit.

“Ketika dia pergi memang merasa kehilangan banget. Apalagi kemarin syuting sama Om Indro, pertama-tama Tante Nita masuk rumah sakit itu pas lagi barengan banget sama Om Indro di mobil jadi tahu banget Om Indro ketika dihubungin Tante Nita masuk rumah sakit. Memang punya rasa yang beda,” katanya.

Secara khusus, Vino tidak memiliki kenangan khusus dengan mendiang Nita. Namun, Vino dan Marsha Timothy mengenang sosok Nita sebagai pribadi yang humoris. Beruntungnya, mereka masih sempat bertatap muka dengan mendiang Nita saat dirawat di RS MMC Kuningan Jakarta.

“Beruntung pas ketika hari terakhir ke rumah sakit pas hari itu dia bangun. Pas setelah kita pulang kondisinya langsung drop dan enggak sadar sampai kemarin,” papar Vino.

Nita Octobijanthy meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru. Kepergiannya meninggalkan dua orang putri yakni Iput dan Hada serta seorang putra, Harly.

Nita Octobijanthy menghembuskan napas terakhir pada Selasa, 9 Oktober 2018 sekitar pukul 20.15 WIB. Nita Octobijanthy meninggal dunia pada usia 59 tahun.

(ELG)

Suasana Haru Pemakaman Istri Indro Warkop

Suasana duka usai keranda jenazah Nita Octabijanthy masuk liang lahat. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Jenazah Nita Octobijanthy telah dikebumikan Rabu, 10 Oktober 2018 sekitar pukul 13.55 WIB di TPU Tanah Kusir. Semula rencananya jenazah dimakamkan di TPU Karet Bivak.

Pantauan Medcom.id, sejumlah pelayat dari beberapa kalangan termasuk komunitas motor gede Harley Davidson, kalangan selebritas, musisi dan pihak keluarga.

Tampak beberapa tim dari pihak Falcon Pictures, Vino G. Bastian, Marsha Timothy, Tora Sudiro, Arie Kriting, Uus, dan Herjunot Ali.


Pemakaman istri Indro Warkop (Foto: Medcom/Cecylia)

Putri kedua pasangan Indro dan Nita, Satya Paramita Hada Dwinita tampak begitu emosional ketika keranda masuk dalam liang lahat.

Hingga pukul 15.30 WIB sejumlah pelayat masing silih berganti memberikan penghormatan terakhir untuk mendiang Nita.


Pemakaman istri Indro Warkop (Foto: Medcom/Cecylia)

Nita Octabijanthy meninggal dunia pada Selasa malam, 9 Oktober 2018 sekitar pukul 20.15 WIB di RS MMC Kuningan Jakarta. Nita meninggal setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru.

(ELG)

Mario Lawalata Berharap Tak Ada Isu SARA di Pilpres 2019

Jakarta: Jelang pesta demokrasi tahun mendatang, sejumlah selebriti dan figur publik sebagai bagian dari warga negara Indonesia turut memiliki kontribusi dalam menentukan sosok pemimpin Indonesia. Satu suara memberi kontribusi besar terhadap sosok presiden terpilih pada pemilihan presiden pada April mendatang.

Aktor Mario Lawalata berharap di Pilpres 2019 tidak ada lagi isu yang membawa-bawa suku atau agama tertentu.

“Kalau saya presidennya siapapun yang terpilih, kitanya enggak usah jadi panas-panasan, bikin berita yang aneh-aneh, yang ini lebih baik dari yang ini, bawa-bawa agama, ras, bawa-bawa yang lain lebih sedih ya, menghancurkan bangsa dengan kayak gitu. Saya lebih memikirkan kemanusiaannya,” kata Mario saat berkunjung ke kantor Media Group dalam rangka promo film, Selasa, 9 Oktober 2018.

Menurutnya, sosok presiden harus paham dengan tugasnya. Namun, yang sulit adalah sikap dan respons dari rakyatnya sendiri.

“Kalau presiden mereka tahu tugasnya. Satu orang. Tapi kalau 250 juta lebih orang yang ngaco, mau presiden sehebat apapun enggak akan bisa,” paparnya.

Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi pada tahun 2019. Selain pemilihan legislatif (Pileg) akan diadakan pemilihan presiden (Pilpres) yang dilakukan serentak pada 17 April 2019.

Pasangan calon Joko Widodo dan Ma’aruf Amin mendapat nomor urut 1. Sementara pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat nomor urut 2.

(ELG)

Lima Selebritas yang Dibuatkan Patung Semasa Hidup

Jakarta: Bukan hal aneh sosok selebritas ternama diabadikan dalam bentuk patung di tempat publik. Biasanya patung dibuat sebagai wujud penghormatan bagi yang sudah meninggal dan punya warisan berharga. Ada pula patung yang dibuat untuk mengolok-olok seperti patung Harvey Weinstein di Los Angeles.

Namun apakah patung besar hanya dibuat sebagai kenangan atas sosok yang sudah meninggal? Sosok lima selebritas ini menjadi “abadi” lewat patung di beberapa negara, yang dibuat bahkan saat mereka masih hidup hingga sekarang.

1. Arnold Schwarzenegger (AS & Austria)

Aktor film laga dan eks Gubernur California ini memesan sedikitnya tiga patung  perunggu setinggi 2,5 meter dalam pose binaraga. Patung dibuat sesuai dengan desain patung kecil buatan Ralph Crawford pada 1980. Sebelum merintis karier aktor, Arnold lebih dulu dikenal sebagai jawara kontes binaraga Mr. Olympia.

Satu patung perunggu diresmikan pertama kali pada 2012 di Veterans Memorial Auditorium, tempat kontes binaraga Arnold Classic digelar. Karena auditorium ini dibongkar, patung tersebut dipindah ke lokasi baru Arnold Classic di Columbus Convention Center.

Arnold pernah mengungah di Instagram, foto dirinya tidur di depan patung ini pada awal 2016. Gara-gara foto ini, sempat beredar kabar palsu bahwa Arnold terpaksa tidur di luar karena ditolak masuk hotel.

Satu patung lain disumbangkan ke museum yang didedikasikan bagi Arnold di  daerah kelahirannya, Thal, Austria.

2. Jean-Claude Van Damme (Belgia)

Aktor Belgia berusia 58 tahun ini lebih dulu dikenal sebagai atlet beladiri sejak remaja. Brussels, kota tempat kelahirannya, membuatkan Van Damme sebuah patung perunggu ukuran 1:1 yang diresmikan pada 21 Oktober 2012.

Patung ini, yang diletakkan di depan pusat perbelanjaan Westland, menunjukkan sosok Van Damme muda dalam pose beladiri. Desain patung mewakili semangat anak muda “nakal” Brussels yang ceria dan bermimpi besar.

3. Sylvester Stallone (AS & Serbia)

Patung Rocky di Philadelphia (flickr-skinnylawyer)

Sosok aktor laga Sylvester Stallone dalam film Rocky diabadikan dalam sebuah patung perunggu setinggi tiga meter yang kini diletakkan di depan Philadelphia Museum of Art. Patung ini menarik perhatian banyak turis yang berkunjung ke sana.
 
Patung buatan Thomas Schomberg ini sebenarnya adalah pesanan Sylvester untuk keperluan syuting film Rocky III pada 1980. Setelah proyek selesai, patung disumbangkan ke museum dan sempat berpindah lokasi beberapa kali karena perdebatan definisi “seni” dan “properti film”.

Patung kedua dibuat dan diletakkan di sebuah museum olahraga di San Diego, California. Lalu ada patung ketiga, yang dibuat untuk lelang amal International Institute for Sport and Olympic History.

Selain itu, ada satu lagi patung Rocky berbahan perunggu dan semen di Serbia, tepatnya desa Zitiste berjarak 56 km dari kota Belgrade. Patung buatan Boris Staparac ini diresmikan bersamaan dengan festival musik pada Agustus 2007. Misinya adalah untuk mengubah citra Zitiste dari desa bencana alam menjadi desa wisata.

4. Colin Firth (Inggris)

Patung Colin Firth di Cheshire (Drama TV)

Sosok aktor Colin Firth sebagai Darcy dalam film Pride and Prejudice diabadikan dalam sebuah patung fiberglass setinggi 3,6 meter. Patung ini dikeluarkan pada pertengahan 2013 dan diletakkan di tengah danau Lyme Park, Cheshire.

Desain patung diambil dari adegan Darcy yang berdiri dan kebasahan sehabis berenang siang bolong, ketika dia kikuk bertemu tokoh lain bernama Bennet. Patung ini menunjukkan setengah badan Darcy ke atas yang memakai kemeja putih basah.

Patung Colin Firth versi Darcy dibuat sekaligus sebagai materi promosi kanal televisi baru di Inggris bernama Drama. Saat didirikan pertama kali, patung berada di tengah danau Serpentine, sebelum kemudian pindah ke beberapa lokasi.

5. Jeff Goldblum (Inggris)

Jeff Goldblum (Foto: twitter Now TV)

Sosok Jeff Goldblum, aktor Inggris yang dikenal lewat peran sebagai Ian Malcom di film Jurassic Park, abadi dalam patung fiberglass berukuran 7,6 meter dan 165 kg di dekat Tower Bridge, London sejak Juli 2018.

Patung dibuat atas pesanan Now TV untuk memperingati 25 tahun film Jurassic Park garapan Steven Spielberg sejak dirilis pada 1993. Patung itu menampilkan Colin sebagai Ian yang setengah berbaring dan setengah telanjang, diambil dari salah satu adegan dalam film.

 
(ELG)

Ditanya soal Capres Pilihan, Ini Jawaban Melly Goeslaw

Jakarta: Jelang kontestasi politik pada tahun mendatang, Indonesia akan mengadapi pesta demokrasi politik salah satunya pemilihan presiden Indonesia. Iklim politik lantas memanas, seperti yang wajarnya terjadi ketika jelang pemilihan umum. Musisi Melly Goeslaw enggan berkomentar banyak terhadap itu.

“Aku sebenarnya enggak pernah mendeklarasikan pilih siapa, dan bagaimana. Karena saya lebih memilih yang damai-damai aja yang diam-diam aja. Nanti kalau ngomong apa, kan kita punya masa juga ya. Publik figur ada fansnya. Nanti ada pro dan kontra itu yang enggak pernah yang saya inginkan,” papar Melly di kawasan Kemang, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018.

Soal sosok pemimpin ideal untuk Indonesia, Melly berharap sosok pemimpin yang bagus.

“Yang bagus aja, tapi bagus menurut saya belum tentu bagus menurut orang lain,” katanya.

Untuk pemerintahan sekarang, istri Anto Hoed tersebut enggan memberi komentar banyak. “Itu sensitif kalau saya jawab, saya enggak mau jawab,” paparnya.

Jelang tahun politik mendatang, pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’aruf Amin dan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno telah mendapatkan nomor urut. Pasangan Joko Widodo-Ma’aruf Amin mendapat nomor urut 1, sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut 2.

Pemilihan umum Presiden Indonesia akan dilaksanakan pada April 2019.
 

(ASA)

Sosok Presiden Ideal Menurut Candil

Dian Dipa “Candil” Chandra eks Seurieus Band. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Mantan vokalis grup musik rock Seurieus Dian Dipa Chandra alias Candil menginginkan sosok pemimpin yang kelak dapat dibanggakan.

“Yang pasti bisa membawa Indonesia jadi lebih baik, entah itu di nasional atau internasional. Membanggakan kita, kita bisa punya presiden yang kita banggakan,” papar Candil kepada di kawasan Kemangm Jakarta Selatan, Jumat, 5 Oktober 2018.

“Bisa menyejahterakan rakyat, bisa mewujudkan janji-janjinya,” imbuhnya sambil tersenyum.

Jelang akhir tahun dan memasuki tahun pesat demokrasi tahun depan, gejolak politik kian memanas. Saat dikonfirmasi soal kadar kepuasan dan yang perlu dibenahi pemerintahan yang sekarang, Candil berharap semoga ke depan pemerintahan semakin baik.

“Kalau yang diperbaiki pasti masih banyak. Tiap presiden dan pemerintahan pasti punya kelemahan. Mungkin tugas kita adalah mendoakan supaya lebih baik. Belum tentu yang saat ini menurut kita jelek, pas jadi presiden akan jadi jelek. Belum tentu juga. Kalau diberi kesempatan mungkin lebih bagus,” paparnya.

“Belum tentu yang saat ini kita anggap baik, begitu jadi presiden mungkin dia jadi khilaf. Ini doanya kita supaya dia (calon pemimpin) bisa bekerja dengan baik, bisa sesuai dengan keinginan kita. Kalau dicari yang sempurna susah,” pungkasnya.

(ASA)

Ruth Sahanaya: Pemerintahan Jokowi Semuanya Baik

Ruth Sahanaya. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Penyanyi Ruth Sahayana mewakili suara rakyat mengidamkan sosok pemimpin yang terbuka. Dia berharap pemimpin Indonesia adalah sosok yang mau menerima aspirasi rakyat.

“Kalau untuk saya, mengharapkan sesuatu yang baik pastinya. Pemerintahan yang membuat masyarakat kita lebih bisa melakukan segala hal dengan tenang dan bisa mengekspresikan keinginan mereka atau aspirasi mereka dengan baik dan diterima dengan baik,” kata penyanyi yang akrab disapa Mama Uthe tersebut di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Bagi Uthe pribadi, dia melihat pemerintahan Joko Widodo sekarang sudah memberi dampak positif.

“Kalau untuk saya pribadi, saya melihat bahwa sampa saat ini untuk pimpinan dari Bapak Jokowi saya pribadi melihatnya sampai saat ini masih dalam taraf positif semuanya baik,” paparnya.

Dalam hal ini, Uthe berharap siapa pun pemimpin Indonesia kelak perlu meneruskan hal baik yang kini sudah terjadi.

“Saya berharap ke depannya nanti pemerintahan kita bisa diteruskan semua, siapapun itu nanti, bisa meneruskan semua hal hal baik yang telah terjadi dalam pemerintahan saat ini,” kata Uthe.

Jelang pemilihan umum tahun depan, iklim politik Indonesia tampak semakin memanas. Uthe menilai hal itu adalah wajar.

“Biasa. Itu mau di negeri manapun akan terjadi hal-hal itu. Saya rasa suatu hal yang biasa, wajar saya rasa. Yang terpenting buat saya hasil akhirnya baik,” katanya.

Jelang tahun politik mendatang, pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’aruf Amin dan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno telah mendapatkan nomor urut. Pasangan Joko Widodo-Ma’aruf Amin mendapat nomor urut 1, sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut 2.

Pemilihan umum Presiden Indonesia akan dilaksanakan pada April 2019.

(ELG)

Rian d’Masiv Saksikan Langsung Perubahan Selama Pemerintahan Jokowi

Rian D’Masiv. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Vokalis band d’Masiv Rian Ekki Pradipta melihat perubahan positif yang terjadi selama pemerintahan Jokowi-JK. Salah satunya pembangunan di beberapa daerah Timur.

“Aku lihat sudah banyak perubahan. Maksudnya, kayak pembangunannya sudah mulai merata enggak hanya di sekitar Jawa aja tapi juga di Timur. Karena aku kan juga manggung di daerah jauh-jauh, ketika kita melihat ada yang bagus berasa (daerahnya) ada yang lihat,” paparnya ditemui Medcom.id usai acara Gala Dana 100 Biduan di Lippo Mall Kemang, Jakarta.

“Tinggal kita juga bersyukur. Karena kalau pemimpinnya enggak berbaur sama masyarakatnya susah juga. Jadi, kalau ada kritikan langsung ngomong, kurangnya apa,” sambungnya.

Di samping itu, Rian juga menilai adanya Badan Ekonomi Kreatif yang dapat memerhatikan kesejahteraan musisi di Indonesia.

“Mudah-mudahan dengan adanya Badan Ekonomi Kreatif bisa lebih fokus lagi untuk kesejahteraan musisi, seniman. Karena banyak banget kalau kita lihat orang seniman dulu dia punya karya besar tapi ternyata hidupnya susah,” papar Rian.

Badan Ekonomi Kreatif dibentuk pada masa pemerintahan Joko Widodo melalui Peraturan Presiden No. 6 Tahun 2015 tentang Pembentukan Badan Ekonomi Kreatif. Lembaga pemerintah non kementerian itu diresmikan pada 26 Januari 2015 di Aula Istana Negara.

Rian berpendapat seharusnya musisi sudah bisa sejahtera dengan menelurkan satu buah hits. Sementara itu, berkaca dari para musisi senior Indonesia kini banyak yang kehidupannya kurang sejahtera.

“Mudah-mudahan kita sampai situ saja, ke depan anak-anak cucu kita jangan ngerasain itu,” kata Rian.

(ELG)

Inul Daratista Ikhlas Bisnis Karaokenya di Palu Rugi hingga Miliaran Rupiah

Jakarta: Penyanyi Inul Daratista sudah mengikhlaskan satu unit bisnis usaha karaoke miliknya di Palu yang mengalami kerugian akibat bencana gempa dan tsunami.

“Enggak apa-apa itu kan musibah. Kita hadapi semuanya dengan lapang dada karena itu namanya musibah enggak bisa ditolak. Ya, kondisinya seperti itu pasti kalau saya mau bilang mau diapain lagi? Ditangisi juga enggak bakalan kembali. Yang penting semua pegawai saya aman terkendali,” papar biduan asal Pasuruan itu di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Oktober 2018.

Lokasi bisnis karaoke Inul sendiri berada di Palu. Dia bersyukur tidak ada pegawainya yang menjadi korban di Palu. Setidaknya, ada sekitar 40 hingga 50 karyawan yang bekerja di usaha bisnis karaoke Inul di Palu.

Soal kerugian, Inul belum tahu persis. Namun, dia memprediksi kerugian yang dialami berkisar miliaran rupiah.

“Saya enggak hitung ya. Yang namanya karaoke hasilnya pasti miliaran. Saya belum tahu, belum terjun langsung ke lapangan melihat kondisi bisnis saya di sana. Dan juga masyarakat korban tsunami masih sibuk,” katanya.

Pelantun musik dangdut yang terkenal dengan Goyang Ngebor itu tidak menyangka bahwa bisnisnya akan mengalami kerugian di Palu. Sebelumnya, unit bisnis karoke Inul di Manado juga sempat mendapat musibah kebakaran.

“Waktu saya buka karaoke dengan partner saya di Manado waktu itu yang meninggal berapa orang? Saya juga enggak bisa lihat prediksi pada saat waktu itu terbakar. Ada yang meninggal dan sebagainya. Kalau namanya musibah harus diterima. Yang namanya apes itu gimana sih,” paparnya.

(ELG)

Raisa Tanggapi Tawaran Jadi Duta Sosialisasi Bencana dari Humas BNPB Sutopo

Jakarta: Raisa Andriana telah menanggapi dan melakukan panggilan video dengan Kepala Pusat Data informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Dalam cuitan yang dikeluarkan Sutopo pada 2 Oktober, Sutopo mengungkapkan bagaimana perjuangannya sebagai penyintas kanker tetapi masih sedia bekerja memberikan informasi terkini terkait bencana yang terjadi di Palu dan area Sulawesi Tengah.

Sutopo bahkan sempat ingin mengangkat Raisa sebagai Duta Sosialisasi Bencana. Raisa sendiri mengaku belum mendengar kabar tersebut. Menanggapi tawaran ini, Raisa belum bisa memberi jawaban pasti lantaran masih disibukkan dengan karier bernyanyi.

“Pasti harus dipikirin dulu ya karena itu kan bukan hal yang main-main. Bukan yang bisa setengah-setengah, harus full time ya. Cuma untuk aku kalau sekarang ini enggak tepat banget ya lagi banyak kerjaan juga, tapi makasih ya,” kata Raisa di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Oktober 2018.

Istri dari Hamish Dauh ini mengaku kagum dengan sosok Sutopo. Setelah berbincang, Sutopo ternyata orang yang lucu.

“Ternyata si bapak orangnya ngelawak ya gitu. Aku pikir akan serius banget karena semua netizen kaya pada serius banget gitu. Artinya itu positif, malah ngelawak-ngelawak, kirain akan serius banget. Tapi ternyata ringan banget,” ujarnya.

“Kalau yang kemarin lihat aku ngobrol sama beliau, mungkin enggak ada yang nyangka ya kalau beliau lagi sakit. Jadinya saya yakin itu (sakit) bukan yang beliau titik beratkan. Hal yang mau beliau bahas dan titik beratkan tetap buat teman-teman yang kena bencana. Maksudnya gimana cara kita bisa seperti malam ini menggalang dana atau apapun yang bisa kita lakukan, kecil atau besar. Pasti yang beliau ingin titik beratkan itu dibanding sakitnya,” papar Raisa.

(ELG)

3 Fakta Menarik Drama Korea The Smile Has Left Your Eyes

Seoul: Serial drama The Smile Has Left Your Eyes akhirnya tayang perdana pada Rabu, 3 Oktober 2018. Drama misteri-romantis ini termasuk judul yang ditunggu-tunggu oleh penikmat serial drama Korea.

The Smile Has Left Your Eyes berkisah melodrama misteri tentang Kim Moo Young (Seo In Guk), sosok pembunuh berbahaya yang dikenal dengan nama monster dan Yoo Jin Gang (Jung So Min), perempuan yang ditemuinya untuk berbagi kisah kelam.

Kakak Yoo Jin Gang, Yoo Jin Gook (Park Sung Woong) berperan sebagai detektif yang menangani kasus kriminal Kim Moo Young. Celakanya, Yoo Jin Gang terlibat asmara dengan Kim Moo Young.

Di balik itu, berikut ada beberapa fakta menarik yang perlu diketahui penggemar serial drama Korea, dilansir dari Soompi:

1. Dibuat oleh ahlinya kisah melodrama Korea, kolaborasi sutradara Yoo Jae Won dan penulis Song Hye Jin

Serial drama tvN terbaru kali ini ikut menyorot perhatian tentang kisah dapur produksinya. Sutradara Yoo Jae Won kali ini berkolaborasi dengan sang istri, Song Hye Jin.

Serial ini juga menarik perhatian karena menjadi serial Korea pertama yang di-remake dari drama Jepang dengan pemeran utama Kimura Takuya.

“Di samping menafsir dan mengarahkan ini secara berbeda, kami dengan sungguh mencoba memberikan kehidupan untuk beberapa bagian baik dari serial (drama) asli. Saya berusaha memaksimalkan kekuatan dan pesona dari aktor-aktor kami di karakter asli,” papar Yoo Jae Won dalam konferensi pers.

2. Takdir yang mengejutkan

The Smile Has Left Your Eyes berkisah tentang drama romantis berbahaya antara Seo In Guk dan Jung So Min. Seo In Guk, pemeran Kim Moo Young, seorang pembunuh yang dikenal sebagai seorang monster. Sementara Jung So Min, memerankan Yoo Jin Gang, adik dari detektif yang menangani kasus kriminal Kim Moo Young, justru menjadi tempat pelarian dan tempat ternyaman bagi Kim Moo Young.

3. Ketegangan antara Kim Moo Young dan Yoo Jin Gook

Seo In Guk pemeran Kim Moo Young mungkin bisa mengambil hati Yoo Jin Gang, tetapi tidak dengan kakaknya, detektif Yoo Jin Gook (Park Sung Woong). Konflik keduanya semakin tegang ketika Yoo Jin Gook menangani kasus pembunuhan misterius.

Di samping tiga menarik di atas, dalam dunia nyata aktor Seo In Guk, pemeran Kim Moo Young harus absen mengikuti wajib militer demi syuting drama The Smile Has Left Your Eyes.

Seo In Guk kemudian meminta maaf dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada 28 September 2018 di Amoris Hall, Seoul, Korea Selatan.

“Saya ingin meminta maaf karena telah menimbulkan masalah hingga sekarang. Dengan (bekal) image yang bagus dan akting yang bagus, saya akan mengambil peran Kim Moo Young,” ungkapnya setelah mengucapkan terima kasih kepada para wartawan yang hadir.

“Energi dalam karakter Kim Moo Young memiliki energi yang bisa menyebabkan orang berpikir Kim Moo Young adalah monster. Saya pikir, dia karakter yang sangat berbahaya yang bermain dan melibatkan segalanya, termasuk dirinya sendiri, dalam cerita,” ungkapnya.

(ELG)

Aktor Senior Roy Karyadi Kenang Sikap Disiplin Rudy Wowor

Depok: Berbagai kerabat dan sahabat dekat Rudy Wowor terus berdatangan ke rumah duka yang berlokasi di Perumahan Pesona Kahyangan, Kota Depok. Rencananya, pemakaman Rudy Wowor dilaksanakan besok, Sabtu 6 Oktober 2018.

Sahabat dan juga aktris senior Roy Karyadi mengatakan, almarhum Rudy merupakan aktor yang unik. Sikapnya saat mendalami peran menjadi sebuah contoh yang bagus bagi aktor-aktor muda saat ini.

“Dia itu punya disiplin dan ketat dalam mendalami profesi. Juga, dia perfeksionis karena dia ingin maksimal,” ucap Roy kepada wartawan di rumah duka, Jumat 5 Oktober 2018.

Roy menuturkan, banyak kenangan indah selama berteman dengan almarhum, terutama ketika bekerjasama dalam satu produksi film.

“Dia dan saya sama-sama turunan Belanda, setengah Belanda setengah Indonesia jadi konsisten dalam bekerja. Satu sosok yang sosial banget, dia kalau ada orang yang minta tolong pasti mau nolongin. Sama tukang-tukang juga baik,” ujarnya.

Roy dua hari lalu sempat bertemu dengan almarhum. Roy mengenang saat itu Rudy masih bisa bercanda meski dalam kondisi sakit.

“Dulu dia suka humor, walaupun dalam keadaan sakit masih suka humor,” ucapnya.

Rudy Wowor tutup usia hari ini Jumat 5 Oktober 2018. Dia meninggal akibat penyakit kanker prostat yang dideritanya.

(ELG)

Rudy Wowor Pernah Menjadi Penari Utama untuk Pertunjukan Rolling Stones

Jakarta: Aktor senior Rudy Wowor rupanya mengawali karier dari panggung menari bersama grup musik ternama Rolling Stones. Saat itu, Rolling Stones tengah melakukan pertunjukan keliling Eropa.

Fakta ini diungkap ketika aktor kelahiran Belanda itu sempat bertandang ke kantor Metro TV dalam acara Nite Time, sekitar Oktober 2016.

Dalam acara yang dipandu Farhan bersama Asri Welas saat itu, terungkap Rudy pernah menari dalam pertunjukan Rolling Stones.

“Tahun berapa itu, Pak?” tanya Farhan.

“’64,” seru Rudy.

Aktor berdarah Manado-Belanda itu kemudian banyak merambah dunia akting. Pada masa jayanya, dia mendapat banyak peran sebagai kompeni Belandan dan peran antagonis. Namanya pun masuk dalam nominasi Festival Film Indonesia (FFI) kategori Pemeran Pendukung Terbaik dalam film Cut Nyak Dien (1988).

Kabarnya Rudy Wowor menderita sakit sudah sejak 2017 lalu. Hal ini diketahui melalui foto yang diunggah putra Rudy, Michael Wowor melalui akun Facebook yang diunggah Michael pada 2 Februari 2017.

Dari informasi yang bisa dihimpun dalam foto tersebut, Rudy Wowor terbaring lemah di Rumah Sakit Polri R.S. Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur.

Rudy termasuk salah satu aktor yang memiliki dedikasi di industri film lebih dari 20 tahun. Dia mengungkapkan kiat khusus untuk bisa bertahan dari era yang kini bersaing dengan para aktor muda.

“Kejujuran terhadap peran yang kita realisasikan, wujudkan. Walaupun itu fantasi, tapi kita tahu itu telah ditulis. Tapi, orang karakter seperti itu bisa,  pasti ada. Jadi, kita harus bukan sekadar kulit saja. Jiwanya, psikologinya, mengeluarkan dengan honesty, jujur dan nyata,” kata Rudy dalam acara Nite Time Metro TV, Oktober 2016.

Rudy Wowor meninggal dunia pada Jumat, 5 Oktober 2018. Hingga berita ini diturunkan, Rudy masih disemayamkan di rumah duka di kediamann putranya, Michael Wowor, di Perumahan Pesona Khayangan Blok DC No. 3, Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat.

(ASA)

Aktor Senior Rudy Wowor Meninggal Dunia

Rudy Wowor (kiri) saat menjadi bintang tamu Nite Time Metro Tv (Foto: Dok. Metro Tv)

Jakarta: Dunia perfilman kembali kehilangan sosok aktor senior legendaris Rudy Wowor. Kabar berpulangnya aktor yang juga merambah profesi sebagai penari ini awalnya dibagikan oleh akun Facebook Siti Madinah.

“Innalillahi wa ina ilahi rojiun. Telah berpulang ayah kami, Papu. Rest in peace pap Rudy Wowor,” tulis Siti Madinah melalui Facebook.

Belum diketahui pasti penyebab kematian Rudy Wowor. Jenazah masih berada di rumah duka di kediaman putra Rudy, Michael Wowor di Perumahan Pesona Khayangan Blok DC No. 3, Jalan Margonda Raya Depok, Jawa Barat.

Rudy Wowor lahir di Amsterdam, Belanda, 13 Desember 1943 dengan nama lengkap Rudolf Canesius Soemolang Wowor. Buah pernikahannya dengan Renny Soerjanti Hoegeng yakni Michael Wowor.

Kiprah Rudy di industri film pernah menjadi bintang di masa kejayaan stasiun TVRI. Dia pernah terlibat drama televisi bersama Nizar Zulmi dalam bingkai adegan persidangan di Volksraad.  Naskah drama itu ditulis oleh legenda sinema Indonesia Asrul Sani. Film terbaru yang dibintangi Rudy Wowor di antaranya Sweet 20 (2017) dan Java Heat (2013).

(ASA)

Glenn Fredly Ungkap Isi Curhat Pasha terkait Kebutuhan Korban Gempa

Jakarta: Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau dikenal dengan Pasha “Ungu” kini memparkan kondisi terkini Palu saat dihubungi Glenn Fredly melalui via telepon. Menurutnya, Palu kini dalam keadaan padam listrik dan kekurangan air bersih.

“Air bersih utama dan itu listrik kan mati total, jadi bisa kebayang gimana ibu-ibu, perempuan, anak-anak ya di tengah kondisi kayak gitu. Saya bisa kebayang, hari ini, kemarin, presiden juga langsung melihat dan memberikan arahan dan beliau juga hari ini kembali hadir untuk memantau langsung karena bantuan sudah mulai sampai. Ini momentum yang baik untuk membuat sesuatu,” papar Glenn di kawasan Semanggi, Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018.

Dalam perbincangan itu, Glenn memberitahukan rencana panggung musik c, 100 Hits untuk Palu, Donggala, Sulteng.

“Saya sampaikan juga ke Pasha kita akan membuat gala dana ini 100 hits, 100 biduan, dan direspons positif sekali. Pastinya logistik itu kan jadi hal paling dasar, jangan lupa enggak cuma di Palu, Donggala juga, jadi Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Dan itu yang memang sedang diidentifikasi oleh beberapa tim research yang memang dari UI sendiri, maupun juga dari pemerintah ya itu kita ikutin itu. Harapan kita emang tetap sasaran,” papar Glenn.

Pasha beserta keluarga dikabarkan selamat dari bencana gempa dan tsunami. Terkait panggung musik gala dana untuk Palu dan kawasan Sulawesi Tengah, Pasha memang tidak akan meninggalkan masyarakat Palu. Sebab, dia memiliki tanggung jawab besar untuk kota yang dia pimpin.

“Dia punya tanggung jawab besar di sana dan ada untuk mayarakat di sana. Kemarin kita telepon juga kelihatan dia benar-benar sincere. Ya, kepedulian dia sebagai pemimpin. Sebagai wakil dia harus ada di tengah masyarakat dan memantau terus perkembangan yang ada. Dan buat saya dan itu memang tugasnya dia buat melakukan inventarisasi,” terang Glenn.

“Pasha hadir punya tanggung jawab untuk masyarakat di sana. Tadi kita telepon kelihatan sekali dia benar-benar, kepedulian sebagai pemimpin di sana dia harus di tengah masyarakat yang ada dan memantau terus. Buat saya ya memang itu tugas dia untuk melakukan inventarisasi kebutuhan utama. Buat saya, yang kita butuhkan sekarang sebesar-besarnya dukungan dan bantuan apalagi dunia internasional sekarang sudah memberikan support yang besar setelah presiden membuka ruang untuk dunia internasional. Kita pakai ini untuk support saudara kita di Sulteng,” kata Glenn.

Konser Gala Dana 100 Biduan akan digelar pada Jumat 5 Oktober 2018 pada pukul 13.00-23.00 WIB di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan.

(ASA)

Tompi Kesal Kasus Ratna Sarumpaet Digunakan untuk Adu Domba Masyarakat

Tompi (Foto: dok. metrotvnews)

Jakarta: Sebagai warga negara Indonesia, musisi sekaligus dokter ahli bedah Tompi merasa kecewa dengan iklim politik Indonesia. Hal ini tercermin dalam kebohongan aktivis Ratna Sarumpaet yang sempat mengaku dianiaya sejumlah orang di Bandara Husein Sastranegara, Jumat, 21 September 2018.

“Justru saya sangat terganggu dengan iklim politik kita yang ngaco. Saya pikir bukan saya doang, sih. Saya yakin teman-teman wartawan di sini juga. Ada yang senang dengan berita itu?” kata Tompi diakhiri pertanyaan retoris di kawasan Pakubuwono, Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018.

Ratna Sarumpaet mengungkap kebenaran dalam gelaran konferensi pers di kediamannya Rabu, 3 Oktober 2018 di kawasan Kampung Melayu, Jakarta. Dia mengaku berbohong soal kasus penganiayaan yang dialami dan sudah meminta maaf kepada Prabowo selaku Ketua Umum Gerindra. Kendati kebenaran sudah terungkap, Tompi tidak akan melakukan konfirmasi langsung.

“Enggak ada gunanya, orangnya sudah ngomong kok. Orangnya sudah ngaku itu salah. Saya belum baca beritanya, sih. Saya tahunya dari Anda (wartawan) yang baru klarifikasi. Yang barusan ya? Bagus kan. Coba bayangin yang kayak begini-begini. Bakal kebuka enggak?” paparnya.

Dia menambahkan, politisi yang melakukan hal ini dengan tujuan memecah belah bangsa adalah orang jahat.

“Saya kecewa dengan orang yang menggunakan ini sebagai bahan adu domba. Sangat marah tentang hal itu. Justru itu saya pingin obrolin hal ini. Jahat sekali, jahat sekali politisi yang menggunakan ini sebagai alasan mengadu domba masyarakat,” pungkasnya.

(ELG)

Balasan Raisa untuk Cuitan Humas BNPB Sutopo

Jakarta: Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Sutopo Purwo Nugroho mengeluarkan cuitan yang mengundang perhatian, Selasa pagi, 2 Oktober 2018.

Dalam cuitannya, Sutopo mengeluarkan pernyataan ajakan semangat bagi para penyintas kanker, untuk tetap semangat, sabar, kerja dan berdoa. Menariknya, di akhir cuitan Sutopo disematkan akun Twitter penyanyi Raisa.

“Meski kanker paru stadium 4B, saya tetap berusaha melayani media dan masyarakat dengan baik. Untuk rekan penyintas kanker. Jangan patah semangat. Tetap sabar, kerja dan berdoa. Hidup itu bukan panjang-pendeknya usia. Tapi  seberapa besar kita dapat membantu orang lain. @raisa6690,” tulis Sutopo.

Sutopo adalah penyintas kanker paru stadium 4B. Kendati kondisinya kurang sehat, dia tetap membagikan informasi terkini pasca gempa di Palu, Donggala dan kawasan Sulawesi Tengah.

Cuitan ini mendapat balasan dari Raisa. Berkat tagar #RaisaMeetSutopo, Raisa membaca banyak cerita tentang sosok Sutopo.

“Hari ini twitterku ramai dengan #RaisaMeetSutopo, dan ngebaca semua cerita di tweet teman-teman, bikin aku rasanya sudah kenal dekat sama Pak Sutopo yang disayang banyak orang. Semangat dan terus menginspirasi ya Pak @Sutopo_PN :),” tulis istri Hamish Daud, Selasa sore, 2 Oktober 2018 sekitar pukul 18.00 WIB.

Melihat keriuhan di media sosial itu, pengamat musik Adib Hidayat telah bertemu dengan Boim, manajer Raisa di Yogyakarta. Adib sepertinya berupaya mempertemukan Sutopo dan Raisa. Kami mencoba menanyakan lebih lanjut apakah akan ada proyek khusus antara Raisa dan Sutopo, Adib belum bisa membeberkan informasi pasti.

“Semoga ya. Tadi sudah WA Raisa dan pas lagi sama manajernya tadi di Jogja,” papar Adib melalui pesan tertulis.

Sementara itu, PR dari Raisa, Matthew Manderos pun belum bisa membeberkan banyak hal terkait Raisa dan Sutopo.

Update beritanya nanti tunggu saja ya di socmed-nya Raisa. Terima kasih atas perhatiannya,” tulis Matthew.

(ELG)

Charles Aznavour, Penyanyi Berjuluk ‘Frank Sinatra dari Prancis’ Meninggal

Jakarta: Penulis lagu sekaligus penyanyi Armenia-Prancis, Charles Aznavour meninggal dunia pada Senin, 1 Oktober 2018.

Charles meniti karier di dunia musik selama 8 dekade dan mendapat julukan sebagai Frank Sinatra dari Prancis, terutama ketika dia membawakan lagu She yang populer ketika dirilis perdana 1974.

Karya musik penyanyi bernama lengkap Shahnour Varinag Aznavourian ini terjual hingga 100 juta rekaman di 80 negara di dunia, dilansir dari NME. Ada 1.200 lagu yang direkam dalam 7 bahasa berbeda di 90 negara selama 50 tahun berkarier.

Selain namanya cemerlang di industri musik, Aznavour memiliki relasi dekat dengan negara Armenia. Dia kemudian ditunjuk sebagai duta besar Armenia untuk Switzerland pada 2009 sekaligus menjadi delegasi dari Armenia untuk PBB di Jenewa.

Beberapa kerabat mengucapkan belasungkawa melalui cuitan di Twitter, seperti Menteri Pendidikan Prancis Jean-Michel Blanquer. Jean mengucapkan terima kasih kepada Aznavour atas karya musik dan sinematografi yang dibuatnya memberikan semangat hidup. Menurut Jean, karya Aznavour dapat mewujudkan semangat Prancis dalam dimensi paling universal.

Ungkapan duka cita juga diungkapkan dari kelompok kalangan sineas Inggris British Film Institute dan pembawa acara televisi Amerika Serikat Araksya Karapetyan.

“Sedih ketika melaporkan kabar kematian penyanyi legendaris Prancis-Armenia Charles Aznavour. Dia dideskripsikan sebagai Frank Sinatra dari Prancis. Karya musiknya terjual hingga 180 juta rekaman sepanjang hiduonya, tampil dalam 60 judul film dan pernah menjadi aktivis serta advokat untuk Armenia. Dia meninggal di usia 94 tahun,” tulis Araksya.

Dalam foto yang diunggah BFI tampak Aznavour muda bermain dalam film Shoot the Piano Player (1960) arahan sutradara François Truffaut.

“Berpulang dengan damai penyanyi, penulis dan aktor Charles Aznavour yang meninggal dunia di usia 94 tahun,” tulis akun BFI.

(ELG)

Menyanyi Tanpa Atasan, Serena Williams Kampanye Kesadaran Kanker Payudara

California: Bintang tenis Serena Williams mengunggah video sensasional di media sosial sebagai bagian dari kampanye kesadaran kanker payudara. Video menampilkan Serena, tanpa baju atasan, menyanyikan sepotong lagu I Touch Myself dari grup musik Divinyls. 

“Pada Bulan Kesadaran Kanker Payudara ini, aku merekam sebuah versi atas lagu populer dari The Divinyls, I Touch Myself, untuk mengingatkan para wanita agar rutin melakukan pengecekan mandiri,” tulis Serena dalam keterangan video. 

Video diunggah Serena di akun Instagram @serenawilliams pada Sabtu malam, 29 September 2018. Tampak Serena menyanyi sembari menutup payudara dengan kedua tangannya. 

“Iya, hal ini  telah menarikku keluar dari zona nyaman. Namun aku mau melakukan karena ini sebuah isu yang berdampak bagi semua wanita segala warna kulit di seluruh dunia. Deteksi dini adalah kunci – menyelamatkan begitu banyak kehidupan. Aku hanya berharap video ini membantu wanita ingat akan hal itu,” sambung Serena di keterangan video.

Video Serena adalah bagian dari I Touch Myself Project, kampanye kesehatan untuk memperingati mendiang diva Chrissy Amphlett. Chrissy, vokalis grup Divinyls, meninggal pada 2011 karena kanker payudara. Pada 2014, pihak keluarga Chrissy dan Cancer Council New South Wales membuat proyek kampanye itu dan telah bekerja sama dengan sejumlah selebritas serta institusi lain. 
 

(ASA)

Figur Pemimpin Dambaan Vicky Prasetyo

Vicky Prasetyo (Foto: dok. metrotvnews)

Jakarta: Presenter Vicky Prasetyo mengagumi figur pemimpin ideal seperti sosok Soekarno. Menurut Vicky, Soekarno harus menjadi teladan bagi pemimpin saat ini.

“Kita mendambakan sosok seperti ini tapi ternyata disuguhkan sama Tuhan yang menjadi presiden adalah ini. Sebagai rakyat kita harus mengikuti apapun. Saya enggak punya figur yang harus benar-benar menjadi patokan selain negarawan dulu sepreti Ir. Soekarno karena dia dulu memerdekakan dan melawan penjajah,” kata Vicky kepada Medcom.id, Jumat, 28 September 2018.

Vicky menilai, kondisi Indonesia sekarang adalah melawan bangsanya sendiri. “Yang sulit Indonesia sekarang menghadapi bangsanya sendiri. Kalau dulu era Pak Soekarno menghadapi penjajah adalah orang-orang asing, Belanda, Jepang dan sekutunya, tapi kalau kita saat ini melawan bangsa sendiri,” lanjutnya.

Jelang tahun politik mendatang, Vicky mengaku sudah siap sebagai warga negara. Masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden sudah mendapatkan nomor urut. Pasangan Joko Widodo dan Ma’aruf Amin mendapat nomor urut 1, sementara pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat nomor urut 2.

“Ini tahun politik. Segala macam apapun pasti akan berhubungan dengan politik. Siap enggak siap harus ada di area ini,” paparnya.

(ELG)

Paul McCartney Rilis Buku Anak Bergambar

Jakarta: Terinspirasi dari cucunya, musisi Paul McCartney merilis buku anak bergambar. Buku ini memuat cerita yang turut menggandeng ilustrator Kathryn Durst.

Paul merilis buku ini agar kelak salah satu dari cucu-cucunya memanggil dan mengenang dia dengan sebutan Grandude.

“Saya telah menulis sebuah buku anak bergambar. Buku ini diberi nama Hey Grandude! Kenapa? Saya memiliki delapan orang cucu dan mereka semua cantik dan suatu hari salah satu di antara mereka mengatakan pada saya ‘Hey Grandude!” lalu saya berkata, ‘Apa?’ dan saya pikir akan menjadi seperti itu dan lalu dikenal sebagai Grandude,” kata Paul McCartney, dikutip dari NME.

Paul menulis beberapa cerita untuk buku kemudian membicarakan idenya pada penerbit. Beruntung, ide itu disambut baik.

“Pada dasarnya buku ini bercerita tentang karakter bernama Grandude yang merepresentasikan semua kakek di manapun. Dia memiliki empat orang cucu dan memanggilnya ‘Chillers’. Mereka menyayangi Grandude dan berpetualang bersama, dia seperti memiliki kekuatan magis, nanti Anda akan melihat dalam buku,” cerita mantan penggawa The Beatles itu.

Paul menulis buku ini mewakili seluruh kaker di manapun dan juga anak-anak. “Ini akan memberikan Anda sesuatu untuk dibaca kepada cucu jelang waktu tidur,” kata Paul.

Kathryn Durst sebagai ilustrator buku mengungkapkan rasa senang sekaligus rasa cinta kepada cerita-cerita dalam buku.

“Saya merasa senang bisa membuat ilustrasi untuk Hey Grandude! Saya menyukai cerita petualangan dengan sentuhan magis! Kisah ini terutama bergema dengan saya karena saya memiliki kenangan masa kecil dengan ayah saya, yang membawa saya dan saudara saya dalam petualangan mengasyikkan, seperti yang dilakukan Grandude dalam buku,” kata Kathryn.

Dia turut merasa senang dapat bekerjasama dengan Paul McCartney dalam proyek ini.

“Sangat menyenangkan bisa berkolaborasi dengan seniman yang menginspirasi dan berprestasi. Kami berdua ingin membuat buku yang indah dan menarik agar anak-anak ingin kembali membacanya lagi dan lagi,” kata Kathryn.

(ELG)

Komentar Vicky Prasetyo soal Dunia Sepakbola yang Memakan Korban

Jakarta: Presenter Vicky Prasetyo ikut berbelasungkawa atas dunia suporter sepakbola Indonesia yang kembali memakan korban. Dia menilai, kematian Hiringga Sirila, suporter Persija yang meninggal dikeroyok suporter Persib adalah hal yang berlebihan.

“Fanatik boleh, tapi lebih mahal rasa sayang seorang ibu yang sangat melindungi anaknya, rasa sayang kakak yang melindungi adiknya. Kita harus bisa melihat sisi emosional itu. Bagaimana rasanya menjadi ibu-ibu,” kata Vicky kepada Medcom.id, Jumat, 28 September 2018.

Kasus Hiringga Sirila bukan hal baru di Indonesia. Dalam catatan rekam jejak peristiwa yang dirangkum LSM Save Our Soccer (SOS). Selama 23 tahun ini Haringga menjadi korban ke-56 yang tewas akibat fanatisme bola.

“Bukan hanya Hiringga aja, bukan hanya Almarhum. Beberapa orang sudah banyak meninggal bahkan tetangga saya sendiri ada yang meninggal karena ini. Sama, karena perseteruan ini. Tetangga dekat, tetangga kenal, tetangga kampung, terjadi perseteruan ini. Mungkin yang ter-publish sama media hanya beberapa orang tapi nyatanya lebih banyak daripada itu,” papar suami Angel Lelga tersebut.

Sebagai figur publik, Vicky menyarankan agar masing-masing pihak lebih mawas diri.

“Yang sudah terjadi tidak akan bisa kita kembalikan, biarlah semua proses hukum yang berjalan,” jelas Vicky.

“Sudah cukup yang berjatuhan kemarin berjatuhan, jangan sampai terulang lagi. Sepak bola kan hanya sebuah hobi, tapi kita merasakan bagaimana tangisan seorang ibu saat kehilangan anaknya, bagaimana tangisan seorang kakak saat kehilangan adiknya,” tukasnya.

(ASA)

Angga Dwimas Sasongko Idamkan Pemimpin Tulus dan Progresif

Jakarta: Sineas Angga Dwimas Sasongko memiliki kriteria sederhana untuk sosok pemimpin ideal. Kriteria itu tidak jauh-jauh dari yang tertulis pada kitab Undang-Undang Negara.

“Progresif, konstitusional misalnya, simpel. Undang-Undang kita, dasar negara kita jelas. Kita mengutamakan keadilan sosial, social justice. Itu saja dijalankan. Dan progresif, jauh ke depan. Kita membangun untuk masa depan enggak cuma untuk hari ini,” kata Angga Sasongko kepada Medcom.id di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis, 27 September 2018.

“Orang yang kerja tulus. Ya, kerja saja, enggak usah narsis. Kalau kerja terus narsis, enggak tulus berarti kerjanya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, beberapa bulan ke depan Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi yakni pemilihan pemimpin presiden dan wakil presiden untuk periode 2019-2024. Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden telah mendapatkan nomor urut. Pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’aruf Amin mendapat nomor urut 1. Sementara pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat nomor urut 2.

Jelang perhelatan pesta demokrasi, beredar juga kabar hoax di beranda media sosial yang sadar atau tidak disadari memprovokasi masyarakat. Angga Sasongko menilai, hal itu bisa berdampak baik karena membuat masyarakat melek literasi media sekaligus belajar berdemokrasi.

“Saya rasa dinamika dari sebuah masyarakat yang belajar berdemokrasi. Fenomena hoax enggak cuma terjadi di Indonesia tapi juga di berbagai negara. Tapi, buat saya sekarang yang penting adalah kesadaran kita untuk menjadi individu-individu yang paham. Ketika kita paham, kita punya tanggung jawab menyebarkan hal baik. Itu saja,” kata CEO dan Founder dari rumah produksi Visinema Pictures itu.

“Di satu sisi, kalau kita mau mengharapkan peemrintah, misalnya pelajaran tentang literasi media harus dimulai dari dini. Kita enggak bisa tiba-tiba memberhentikan satu gelombang yang besar. Tapi kita mempunyai kesadaran sama-sama, kolektif memori,” lanjutnya.

(ELG)

Angga Sasongko Sebut Insiden Tewasnya Suporter karena Lemahnya Penegakan Hukum

Jakarta: Dunia sepak bola kembali mendapat sorotan setelah kematian Haringga Sirila (23), pendukung Persija yang tewas dikeroyok Bobotoh atau pendukung Persib di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu, 23 September 2018. Sutradara Angga Dwimas Sasongko menilai aksi kekerasan itu lumrah terjadi karena banyak orang mudah tersulut.

“Kekerasan adalah benda yang mudah disulut, ketika orang berkerumun menjadi tribe, enggak peduli orang bola, itu terjadi di politik, kepartaian, orang berkerubung disulut sedikit, kekerasan jadi hal mekanik dari orang-orang berkerumun ketika mereka terasa terancam atau ketika mereka merasa relasi kuasanya lebih besar,” kata sutradara Filosofi Kopi itu kepada Medcom.id di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis, 27 September 2018.

Delapan tersangka pengeroyokan Haringga telah diringkus. Kekerasan ini tidak hanya terjadi sekali. Dalam catatan jejak peristiwa yang dirangkum LSM Save Our Soccer (SOS), selama 23 tahun ini, Haringga menjadi suporter ke-56 yang tewas gara-gara bola. Dari kacamata sutradara Angga Sasongko, peristiwa ini terulang karena pondasi hukum yang lemah.

“Masalahnya apa, solusinya apa? Law enforcement. Untuk enggak melakukan kekerasan kan penegakan hukum. Buat saya sampai hari ini penegakan hukumnya tidak kuat. Baik dari kepolisian sebagai orang yang menjaga di luar dunia sepakbola, kita harus lihat bahwa kalau dia sudah ada di ruang publik, ya dia domainnya kepolisian,” paparnya.

Menurut sutradara yang pernah mengangkat cerita tentang bagaimana sepak bola menjadi penyelamat anak-anak dari konflik di Ambon lewat film berjudul Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014) ini, bentuk hukuman yang diberikan juga harus memiliki efek jera.

“Sebagai federasi menurut saya penting PSSI punya penegakan hukum terhadap klub, terhadap stakeholder. Karena suporter bukan stakeholder-nya PSSI, tapi supporter stakeholder-nya klub, yang klub adalah stakeholder-nya PSSI. Dia harus punya mekanik bagaimana klub itu kalau punya supporter kayak gini, ya keras sanksinya. Jangan sanksinya, ‘Oh nyanyi lagu rasis, sanksinya Rp20 juta’. Nyanyi saja terus sanksinya cuma Rp20 juta, murah,” kata Angga.

“Dari lagu rasis, itu mencuci otak 1 orang, 2 orang, jadi ratusan, tentang siklus dan budaya kekerasan. Jadi, dalam setiap studi sosial ketika berhadapan sama kelompok masyarakat untuk bisa mendisiplinkan mereka, membuat mereka patuh ya hukum yang kuat, sesederhana itu,” pungkasnya.

(ELG)

Sophia Latjuba Batalkan Sejumlah Acara demi Pementasan Bawi Lamus

Jakarta: Keindahan alam Kalimantan Tengah dengan ragam isu di dalamnya akan dipentaskan dalam sebuah panggung seni bertajuk Bawi Lamus, merujuk pada bahasa daerah asli yang berarti perempuan berkharisma sekaligus pemberani.

Jay Subiakto selaku penata artistik mengibaratkan Bawi Lamus sebagai Ibu Pertiwi yang harus dilindungi dan dihormati.

“Di Indonesia, hebatnya kita selalu menghargai wanita. Semua, kalau kita baca kisah-kisah lama selalu wanita yang harus dihormati karena kita semua berasal dari sana. Bumi yang kita jejaki sebenarnya disimbolkan sebagai wanita yang artinya kita hormati, harus kita lindungi,” kata Jay dalam temu media di Ecology Bistro, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 26 September 2018.

Dalam pentas ini, Sophia Latjuba dan Lea Simanjuntak ikut terlibat. Mereka nantinya akan merepresentasikan sosok perempuan dari Suku Dayak Ngaju dan Suku Dayak Manyan dari Kalimantan Tengah.

“Saya membuat ini dengan memilih seniman berkualitas bukan dengan rating TV tinggi. Kita tahu Lea Simanjuntak punya prestasi luar biasa, musikalitas juga hebat, ada Erwin Gutawa, Sophia Latjuba dia konsen sekali dengan orang utan. Dia selalu di BOS, Survival Orang Utan. Itu yang mau saya tunjukkan, para seniman punya kepedulian dan bukan hanya ngomong saja tapi mereka sudah melakukan,” tutur penata artistik yang juga terlibat dalam panggung musikal Laskar Pelangi itu.

Demi pentas ini, Sophia Latjuba bahkan membatalkan sejumlah jadwal kegiatan. “Saya langsung telepon manajer, cancel semua, saya harus masuk di sini,” katanya.

“Saya hanya bisa bilang jatuh cinta dengan alam Kalimantan. Ini harus dirasakan seluruh manusia global,” imbuh Sophia.

Pentas Bawi Lamus turut menggandeng musisi Erwin Gutawa sebagai penata musik. “Orkestra yang akan saya mainkan berdasarkan ide-ide musikal yang sudah ada di Kalimantan Tengah. ide-ide musikal instrumen akan main dengan orkestra,” papar Erwin.

Bawi Lamus akan dipentaskan selama dua hari pada 13 dan 14 Oktober mendatang ini di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Harga tiket berkisar Rp300 ribu hingga Rp2,5 juta yang dapat dipantau melalui laman resmi www.bawilamus.com.

(ELG)

Pilpres 2019, Lea Simanjuntak Sebut Pemerintah Saat Ini Sudah Ideal

Jakarta: Jelang pemilihan presiden 2019, penyanyi solo Lea Simanjuntak memaparkan kriteria pemimpin idamannya.

“Kalau saya pokoknya, tetap harus mengusung Bhinneka Tunggal Ika. NKRI itu benar-benar harus wujud nyata, bukan cuma kelihatan doang tapi enggak terasa di masyarakatnya,” kata penyanyi berusia 39 tahun itu saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 26 September 2018.

“Pemimpin ideal yang harus peka. Kalau ada perpecahan dia harus tahu dan melakukan sesuatu untuk itu,” lanjutnya.

Seperti sekarang ini, Lea juga mencontohkan bagaimana langkah nyata pemerintah memperhatikan kaum musisi di Indonesia. Menurut Lea, hal ini tampak ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“Mungkin yang paling kelihatan, beratus-ratus pengisi acara saat Asian Games, menurut saya. Karena tadinya saya enggak berpikir Indonesia berani punya keputusan ambil EO luar, invest segitu banyaknya. Terus terang melihat Piala Dunia di Rusia kemarin kurang, biasa aja. Saya bangga banget pas Asian Games kemarin,” kata Lea.

Asian Games 2018 pada 18 Agustus lalu dibuka dengan 18 penyanyi dan 3.600 penari. Lea menilai, ajang tersebut memberikan imbas baik bag semua musisi yang terlibat.

“Hampir semua musisi dapat imbasnya. Kita semua hype banget kalau ngomongin. Jadi, kita makin sayang sama pemerintah,” katanya.
 

(ASA)

Sosok Presiden Pilihan Erwin Gutawa

Jakarta: Komposer Erwin Gutawa tidak banyak bicara soal pemimpin idamannya. Dia berharap, sosok pemimpin Indonesia nantinya adalah pribadi yang jujur.

“Jujur, jujur, jujur, jujur. Itu paling penting. Mau cakep, mau ganteng yang penting jujur,” kata ayah dari penyanyi Gita Gutawa itu saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 26 September 2018.

Pasangan calon presiden dan wakil presiden telah mendapat nomor urut mereka di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat, 21 September 2018. Pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’aruf Amin mendapat nomor urut 1, sementara pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uni mendapat nomor urut 2.

Persoalan nomor urut ini sempat diperbincangkan media sosial. Namun, Erwin tidak begitu menanggapi keributan itu. Menurutnya, nomor urut bukan hal besar untuk diperdebatkan. “Enggak ikutan. Sama aja mau satu mau dua,” tukasnya.

Melanjutkan tradisi sebelumnya, jelang pemiliha presiden selama beberapa bulan ke depan pasangan calon presiden dan wakil presiden akan melakukan kampanye. Namun, belakangan beredar konten media sosial berisi berita hoax dan konten yang memprovokasi. Erwin tidak memiliki kiat khusus untuk anak-anaknya, Gita Gutawa dan Aura Aria. Dia justru dibantu oleh sang anak.

“Gita lebih canggih. Dia yang ngajarin saya bukan saya yang ngajarin dia, cara tahu itu hoaks apa enggak,” kata Erwin.

(ASA)

Jay Subiakto Ingatkan Pentingnya Melihat Rekam Jejak Calon Presiden

Jay Subiakto. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendapat nomor urut 1 dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut 2 di Pemilihan Presiden 2019. Setelah pasangan calon ditetapkan, sutradara Jay Subiakto mengimbau masyarakat terutama anak-anak muda lebih dulu memperhatikan rekam jejak kandidat pemimpin yang akan dipilih.

“Kalau nomor urut hanya nomor. Yang penting rekam jejak orang itu. Yang penting kita harus tahu tentang sejarah. Banyak sekali kita yang sudah lupa sejarah. Apa yang terjadi? Kenapa tahun 1998 terjadi kekacauan seperti ‘itu’? Banyak sekarang anak-anak yang sudah lupa,” kata Jay ditemui Medcom.id di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 26 September 2018.

“Saya memaklumi karena banyak kaum milenials yang lahir di tahun 2000-an. Jadi, enggak tahu. Kalau tahun 1998 dia lupa, apalagi kita yang dijajah Belanda tiga setengah abad? Kita dibunuh, itu pada lupa semua. Malah kalau nonton bola mendukung Belanda. Jadi, harusnya bukan kita dendam, tetapi ‘dendam’ itu memicu kita untuk menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Menurut Jay, generasi sekarang harusnya bisa melihat sejarah perkembangan negara China dan Korea. Kedua negara itu bisa berkembang pesat setelah terpuruk akibat perang.

“Kalau kita lihat China, mereka maju karena ada ‘dendam’ sama Jepang. Korea juga, maju karena ‘dendam’ perang Jepang. Jadi, mereka mau bagaimana bisa lebih hebat dari negara itu. Kita harus punya musuh untuk positif. Kalau sekarang kita enggak punya musuh, berantem sendiri,” paparnya.

(ELG)

Jay Subiakto Bersyukur Indonesia Memiliki Susi Pudjiastuti dan Risma

Jay Subiakto. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Sutradara Jay Subiakto berharap pemerintahan di Indonesia perlu diisi lebih banyak para profesional yang memang memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Namun sayangnya, Jay menganggap banyak kaum profesional enggan terjun ke dunia pemerintahan dan partai politik karena citra buruk yang dialamatkan kepada.

Meski begitu, Jay merasa banyak cara untuk mengabdikan diri pada negara tanpa harus masuk ke roda pemerintahan atau menjadi anggota DPR.

“Banyak sekali orang profesional yang baik, malas masuk partai. Karena lingkungannya begitu, ‘susah’. Buat saya, yuk kita berjuang saja sendiri. Kita melakukan apa yang bisa kita lakukan tapi untuk bangsa ini. Jadi, jangan terkait sama kekuasaan,” kata sutradara berusia 57 tahun itu kepada Medcom.id di kawasan Kemang, Jakarta, Rabu, 26 September 2018.

Sebagai contoh, Jay melihat ada banyak perkembangan baik di dunia seni. Seperti musik independen yang perlahan tampak membaik dan tidak kalah menarik dari musik industri.

“Kita bisa kok independen di seni. Sekarang justru yang hebat musik independen yang enggak masuk di industri musik, punya pangsa pasar sendiri, juga di seni rupa. Ya sudahlah, kita bergerak sendiri. Mereka biar ribut saja sendiri dulu,” kata Jay.

Kendati menyebutkan banyak birokrat diduduki oleh orang-orang yang kurang kapabel, keponakan Mohammad Hatta ini masih memberikan apresiasi lebih bagi sosok perempuan menonjol di pemerintahan seperti Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani.

“Tapi, paling enggak sudah ada orang-orang baik yang selama ini saya enggak pernah lihat sebelum-sebelumnya. Kita punya Ibu Susi Pudjiastuti, Ibu Tri Rismaharani. Saya kira itu orang-orang yang harus kita dukung terus dan bikin mereka jadi panutan,” paparnya.

(ELG)

Jay Subiakto Anggap Pemerintahan Jokowi Sudah Benar, tapi…

Jakarta: Seniman Jay Subiakto ikut melihat perkembangan kinerja pemerintahan di Indonesia. Dia menilai, kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berada di jalur yang benar meski masih ada beberapa hal harus dibenahi.

“Sekarang saya kira apa yang telah dilakukan pemerintahan Jokowi sudah benar, tapi banyak orang-orang jahatnya. Itu yang seharusnya ‘dibersihkan’. Saya harapkan sekali bahwa kalau sudah term kedua, sebenarnya sudah nothing to lose,” kata Jay kepada Medcom.id di kawasang Kemang, Jakarta, Rabu, 26 September 2018.

Dia menambahkan, sistem pemilihan orang yang duduk di pemerintahan masih kurang efektif. Sebab, pemilihan berdasarkan dukungan dari partai politik, bukan berdasarkan rekam jejak.

“Yang paling bahaya adalah sistem kita. Kalau presiden harus punya rekam jejak yang baik. Kalau di sini, celakanya kita harus masuk ke salah satu partai. Dan partai menurut saya di Indonesia enggak ada yang benar.”

“Justru saya maunya anak muda sekarang harus, pemimpin yang baik harus mempunyai track record yang baik, bukan karena dia didukung oleh partai. Ini yang saya sedih, karena kita sudah punya orang baik tapi orang jahatnya masih banyak. Nah, ini yang harus dikurangi,” paparnya.

Lulusan Fakultas Teknik Universitas Indonesia itu juga menyinggung soal kinerja pemerintah daerah yang dinilai mudah melakukan korupsi. Seperti belum lama ini terjadi korupsi massal yang dilakukan oleh pemerintah daerah kota Malang.

“Sekarang sih sudah benar. Bahayanya ternyata banyak nih dari zaman lama yang senang akan suap, yang senang akan sesuatu yang gampang masih terus berlangsung, ini yang saya bilang bahwa supremasi hukum dan peraturan harus tegas. Kalau bisa harus diubah, karena kita tahu yang ngaco yang namanya DPR itu yang katanya mewakili kita tapi hanya korupsi, dan kita lihat semua pemimpin daerah pasti terkait dengan kasus korupsi,” kata Jay.

Jay Subiakto adalah sutradara Indonesia yang memulai karier di bidang seni melalui pembuatan video musik. Pada era 90-an, Jay membuat video musik lagu Pergilah Kasih yang dipopulerkan Chrisye. Video ini menjadi karya pertama yang ditayangkan di channel MTV Asia saat masih bermarkas di Hong Kong.

Dalam silsilah keluarga, Jay merupakan keponakan langsung dari Tokoh Proklamator RI Mohammad Hatta.
 

(ELG)

Kriteria Pemimpin Idaman Indra Birowo

Jakarta: Sebagai pekerja seni, aktor Indra Birowo memiliki kriteria khusus untuk sosok pemimpin. Selain memiliki jiwa kepemimpinan yang bagus, dia berharap sosok pemimpin juga memiliki hati nurani.

“Harus punya hati nurani yang kuat banget untuk bisa membangun bangsa negara masyarakat Indonesia yang sangat bermacam-macam ini. Mulai dari budaya, pikiran, tingkah laku, macam-macam,” kata Indra di kawasan SCBD, Jakarta, Selasa, 25 September 2018.

“Kedua, punya jiwa pemimpin yang bagus. Sementara nurani yang kuat banget juga untuk memimpin, jiwa pemimpin kuat karena berhadapan bukan hanya dengan dalam negeri tapi luar negeri,” lanjutnya.

Selain berhati nurani dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, pemimpin ideal menurut Indra adalah sosok yang mampu meningkatkan kinerja sumber daya manusia dan mampu memberdayakan kekayaan alam di negara sendiri.

“Ketiga, pinginnya bisa menjadikan negara ini pengekspor yang diperhitungkan di dunia. Kenapa bisa begitu? Karena kalau mengekspor berarti industri di dalamnya juga kuat, dasar ekonomi juga bagus. Dengan seiring berjalannya waktu dan perkembangan industri dalam negeri jadi semangat dan menjadi punya banyak hasil yang bisa kita ambil buat negara sendiri.”

“Jadi, jangan terlalu bergantung dari luar negeri. Make Indonesia great again lah,” kata Indra.

Cerita Huang Hua, Legenda Bulu Tangkis Tiongkok yang Bermain Ketoprak di Klaten

Pengundian nomor urut capres-cawaprea telah dilakukan pada Jumat, 21 September 2018 di KPU Pusat Jakarta. Pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Ma’aruf Amin mendapat nomor urut 1 sementara pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat nomor urut 2.

Usai pengambilan nomor Indra berharap pesta dekmokrasi tahun ini berjalan lancar dan tidak terjadi perpecahan seperti yang sempat terjadi empat tahun lalu.

“Mudah-mudahan harusnya kampanyenya damai. Berlomba-lomba untuk mempunyai image positif,” katanya.

(ELG)

Irfan Hakim Imbau Masyarakat Tidak Terpecah karena Pilpres 2019

Jakarta: Presenter Irfan Hakim ikut merasakan euforia pesta demokrasi Pemilihan Presiden 2019. Setelah nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden telah ditentukan, Irfan Hakim mengimbau agar tidak ada lagi perpecahan di tengah persatuan bangsa.

“Seru tapi deg-degan. Kalau gua lihatnya seru. Masing-masing orang punya pilihan, punya alasan kenapa memilih salah satu calon presiden tersebut. Jangan sampai gara-gara berbeda pilihannya, nomornya, akhirnya terjadi perpecahan karena yang saya tahu bahwa calon presidennya baik-baik saja kok,” jelas Irfan Hakim di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa, 25 September 2018.

“Kitanya jangan sampai pecah, temanan, saudara jadi putus gara-gara beda nomor 1 dan 2 atau 2 dan 1, sudahlah. Kita dukung saja siapa pun pemenangnya. Rahasia saja mau pilih nomor berapa terserah enggak usah saling memaksa,” lanjutnya.

Terkait keberpihakan, Irfan Hakim enggan menyebutkan lebih lanjut. Bagi Irfan, pilihannya di Pilpres nanti merupakan rahasia.

“Enggak. Jadi pilihan saya hanya saya yang tahu. Saya enggak mau mengajak orang karena saya diajak berkampanye dengan salah satu nomor pun saya enggak mau. Menurut saya itu pribadi banget. Enggak usah ajak-ajak orang,” paparnya.

Untuk sosok ideal, Irfan enggan bercerita lebih lanjut. “Gua takut salah ngomong. Sensitif,” katanya sambil tersenyum.

Di rumah, Irfan Hakim dan keluarga juga mengimbau anak-anak di rumah untuk tetap selektif dalam tayangan televisi jelang kampanye 2019 mendatang.

“Anak-anak saya sih jarang nonton TV. Jadi, Alhamdulillah waktu saya pergi kerja anak-anak saya di rumah bersama istri saya dan istri saya menjadi filter. TV bukannya anti, dipilih jam-jam tertentu, acara-acara tertentu begitu pun dengan internet. Mereka harus mengerti teknologi tapi mereka harus didampingi,” jelas Irfan.

(ELG)

Siapa Capres-Cawapres Pilihan Tora Sudiro?

Jakarta: Begitu Komisi Pemilihan Umum menetapkan nomor urut pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2019, sebagian warganet langsung punya bahan keributan baru mengenai simbol angka. Keributan ini dialami pula oleh Tora Sudiro lewat galeri foto dan videonya di Instagram.

Menurut Tora, dia sempat mengunggah sebuah foto di akun @t_orasudi_ro, yang menampilkan dirinya mengangkat tangan dan memberi kode dua jari. Foto telah dihapus, tetapi kata Tora, banyak komentar yang menyebut kode berhubungan dengan pilihan politik untuk Pemilu 2019.

Tora menyanggah anggapan tersebut. Kode dua jari, katanya, sekadar untuk membagi konvoi pengendara vespa menjadi dua jalur. Dalam foto, Tora tampak sedang naik vespa. 

“Aku enggak pernah ikut-ikutan (kontes politik),” kata Tora saat ditemui di CGV Grand Indonesia, Senin, 24 September 2018.

“Kadang orang yang mulai – kayak kemarin, (ada foto) gue naik vespa. Sebetulnya suruh bikin dua jalur, tangan gue gini (kode dua jari). Tiba-tiba di media sosial gue, mulai ramai membahas, ‘Wow kode keras milih ini’. Langsung gue hapus itu. Gue enggak mau ikut campur dalam politik. Menurut gue, siapapun yang menang, ya urusan mereka,” tutur Tora.

“Bagus fotonya, cuma langsung dikaitkan dengan itu, gue enggak suka, langsung gue hapus,” imbuhnya.

Tora juga mengaku dia sangat menjaga berbagai komentar yang masuk ke foto atau videonya di media sosial. “Kalau orang omongnya sudah mulai pedas, langsung gue blokir.”

Terkait pilihan politik di Pemilu 2019, Tora punya kriteria tersendiri. 

“Siapapun yang akan memimpin Indonesia, semoga menjadi pemimpin yang baik dan benar. Kalau saya disuruh pilih yang mana, saya pilih Presiden yang kalau saya senyum, senyum balik,” ujarnya berkelakar.

Tora adalah aktor kelahiran 1973. Dia telah bermain di lusinan film panjang sejak 2000. Setelah Gila Lu Ndro yang dirilis dua pekan lalu, film terbarunya adalah drama komedi 3 Dara 2 garapan sutradara Monty Tiwa yang akan dirilis 25 Oktober 2018.

(ASA)

Kanye West: Media Sosial dapat Beri Tekanan untuk Bunuh Diri

Jakarta: Musisi hip-hop ternama Kanye West berpendapat media sosial turut memberi tekanan pada kesehatan mental seseorang, bahkan bisa berujung pada dorongan untuk bunuh diri.

“Ada orang-orang yang bunuh diri karena tidak mendapatkan likes (perasaan diterima di media sosial),” kicau Kanye, Sabtu, 22 September 2018.

Menurut Kanye, ragam angka di media sosial yang terkait dengan popularitas seseorang mampu memberikan tekanan tersendiri. Bahkan membawa dampak negatif di kehidupan nyata.

“Kita seharusnya dapat berpartisipasi di media sosial tanpa memperlihatkan seberapa banyak pengikut kita atau like yang kita dapatkan.”

“Seperti bagaimana cara kita mengnonaktifkan fitur komentar, seharusnya kita bisa mengnonaktifkan tampilan jumlah pengikut kita. Itu membawa dampak negatif terkait bagaimana kita merasa dihargai,” lanjut Kanye.

Dilansir dari artikel yang dipublikasikan The Guardian, dalam kurun lima tahun terakhir (2012-2015), bunuh diri di kalangan remaja meningkat 23 persen. Hal itu diduga kuat tidak lepas dari kebiasaan para remaja menghabiskan waktu di depan layar ponsel, yang menyebabkan timbul perasaan tidak bahagia dan merasa tidak berguna, kemudian berujung pada depresi. Hal itu diperparah dengan berbagai kejadian perundungan di media sosial yang terbukti memicu bunuh diri di sejumlah negara.

(ASA)

Tangis Mat Solar Pecah Dijenguk Rieke “Oneng” dan Pemain Bajaj Bajuri

Mat Solar (Foto: dok. its.ac.id)

Jakarta: Mat Solar tak kuasa menahan tangis ketika kedatangan Rieke Diah Pitaloka dan teman-teman lamanya yang dulu membintangi sinetron Bajaj Bajuri. Nada bicara aktor yang sedang mengalami stroke itu bergetar ketika Rieke duduk memeluknya.

Peristiwa itu terekam dalam Instagram Story yang diunggah Rieke. Sebelum menjadi anggota DPR saat ini, Rieke dan Mat Solar berteman dekat ketika memerankan Oneng dan Bajuri di sitkom Bajaj Bajuri. Dua karakter ini cukup ikonik di masanya karena karakternya cukup dekat dengan keseharian masyarakat.

“Ya Allah, ya Allah. Allahuakbar, ya Allah, ya Allah,” ucap Mat Solar.

“Sudah bang. Kalau Oneng datang begitu deh. Ya sudah, Oneng pulang deh,” ucap Rieke coba menenangkan Mat Solar dengan bercanda.

Rieke tak datang sendiri. Dia bersama para pemeran Bajaj Bajuri lain seperti Saleh Ali (pemeran Said), Leslie Sulistiowati (pemeran Mpok Minah), Sofyan Dado (pemeran Pak Yadi). Kedatangan mereka pun menjadi momen nostalgia Mat Solar dan rekan-rekannya dulu.

Setelahnya, suasana tampak cair. Rieke sesekali melontarkan canda untuk menghibur Mat Solar. Mat Solar pun membalas ucapan Rieke. Namun karena penyakit stroke-nya, kata-kata yang diucapkan Mat Solar tidak terdengar jelas. Mat Solar tampaknya membalas candaan Rieke dengan kelakar pula.

“Kan di DPR banyak yang lucu bang. Abang mah kalah sama orang yang di DPR. Makanya, sudah dibilangin narik Bajaj saja, pakai gaya-gaya jualan bubur,” canda Rieke lagi. Lelucon Rieke tentu merujuk keterlibatan Mat Solar di sinetron Tukang Bubur Naik Haji setelah tak lagi membintangi Bajaj Bajuri.

Rieke dan pemain Bajaj Bajuri kemudian mengunggah videonya bersama Mat Solar. Dia mengajak masyarakat mendoakan agar aktor 55 tahun itu sembuh dari penyakitnya.

“Kita doain semoga Bang Juri cepat sehat. Semangat bang. Kuat. Sembuh. Doain ya semuanya,” ucap Rieke.

 
(ELG)

Bagaimana Juara Dunia Badminton dari Tiongkok jadi Pemain Ketoprak dan Tinggal di Klaten?

Jakarta: Bukan hal mudah bagi Huang Hua (48) mantan atlet bulu tangkis asal Tiongkok lepas dari ‘titel’ atlet unggulan pada era 1990-an. Setelah dipersunting Tjandra Budi Darmawan, pebisnis asal Klaten, Huang banyak menghabiskan waktu di rumah.

Nama Huang Hua jadi pemberitaan lantaran jadi pemain ketoprak di Klaten, dalam sebuah acara amal. 

Baca juga: Cerita Huang Hua, Legenda Bulu Tangkis Tiongkok yang Bermain Ketoprak di Klaten

Selama 23 tahun di Klaten bersama sang suami Tjandra Budi Darmawan (50), Huang Hua sempat mendapat tawaran sebagai pelatih badminton untuk beberapa klub olahraga. Termasuk, tawaran dari pusat pelatihan untuk atlet nasional (pelatnas).

“Sesekali ada. Kayak klub pernah. Sama pelatnas pun pernah. Tapi, saya kan ikut suami menetap di daerah sini (Klaten). Misalnya, saya menjadi pelatih harus ke Jakarta. Sementara bisnis suami saya semuanya di daerah sini,” kata Huang saat dihubungi Medcom.id melalui sambungan telepon, Jumat, 21 September 2018.

“Pernah juga dipertimbangkan (tawaran itu), soalnya saya merasa badminton sebagai part of my life. Jadi, kadang pingin banget ke lapangan badminton lagi. Tapi, dengan berjalannya waktu, anak semakin besar, lama-lama keinginan jadi ditahan,” lanjutnya.

Menurutnya, menjadi seorang pelatih badminton harus berdedikasi dan mengerti kondisi anak asuhnya. Sementara, dia tidak bisa meninggalkan keluarga yang kini bermukim di Klaten, Jawa Tengah. Di samping itu, ketiga anak Huang dan Tjandra sudah besar dan bekerja.

“Karena jadi pelatih badminton itu harus berdedikasi tinggi. Harus meluangkan banyak waktu di lapangan. Semua waktu diberikan kepada pemain, harus tahu kondisi pemain seperti apa. Jadi, saya sekarang memilih menemani suami saya saja,” kata Huang.

Kendati dalam riwayat Huang dikenal sebagai sosok atlet legenaris, rupanya ketiga putranya enggan mengikuti jejak Huang. “Enggak ada. Anak saya tiga-tiganya enggak main bulu tangkis,” paparnya.

Melihat perkembangan bulu tangkis di Indonesia, Huang turut bangga dan terus memberikan dukungannya untuk cabang olahraga yang membesarkan namanya itu.

“Saya melihat. Sekarang Susy Susanti yang pegang PBSI. Saya selalu yakin kalau di tangan baik, bulutangkis Indonesia pasti baik. Soalnya, seperti yang saya pernah katakan ‘Indonesian born to play badminton‘. Jadi, mereka secara teknik, skill semua ada. Dari zaman dulu sampai sekarang mereka enggak pernah kurang juara. Saya merasa sekarang bisa dilihat setelah Susy pegang pun prestasinya mulai membaik. Saya support Susy dan teman-teman. Saya ikuti perkembangan mereka dan sering komunikasi dengan mereka, support mereka. Dari sisi saya, mikir, itu mau lihat prestasi kadang butuh proses. Jadi ke depan saya yakin mereka bisa,” kata Huang.

Sejak pemberitaan Huang Hua ramai, banyak komentar di media sosial yang turut memberi saran agar Huang Hua ikut melatih para atlet cabang olahraga bulu tangkis. Huang menanggapinya dengan positif. Prestasi Huang Hua tidak bisa dianggap remeh, dia turut membawa tim Tiongkok juara Piala Uber tahun 1990 dan 1992. Dia juga menjadi runner-up World Championship tahun 1989.

“Susy dan timnya, mereka lebih tahu. Saya akan sebagai teman selalu support mereka. Misalnya ada, saya pasti di situ, bantu,” pungkasnya.

Aksi Huang Hua ambil bagian dalam pentas ketoprak di SD Kristen 3, Klaten, membuktikan bahwa sang bintang mampu beradaptasi dengan baik, bahkan di sebuah tempat yang jauh dari tanah kelahirannya. 

 
(ELG)

Awal Mula Huang Hua Legenda Bulu Tangkis Tiongkok Memutuskan Pindah ke Klaten

Jakarta: Mantan atlet bulu tangkis Huang Hua belum lama ini ramai diperbincangkan setelah aksi panggungnya dalam pentas ketoprak bersama sang suami, Tjandra Budi Darmawan di Klaten, Jawa Tengah. Hal ini memantik perhatian lantaran Huang Hua dulunya adalah pebulutangkis asal Tiongkok dan merupakan rival berat Susy Susanti, legenda badminton Indonesia.

Kepada Medcom.id, Huang Hua bercerita bagaimana awal mula dia tinggal di Indonesia dan berganti kewarganegaraan setelah menikah dengan Tjandra Budi Darmawan.

“23 tahun (di Indonesia). Saya pulang dari Amerika Serikat tahun 1995. Untuk tinggal di Indonesia itu semua ikut suami. Soalnya, suami saya lahir, besar dan sekolah di sini,” kata Huang saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat, 21 September 2018.

Huang Hua dan Tjandra Budi Darmawan sempat mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Saat itu, Huang mengambil studi bahasa Inggris dan Tjandra melanjutkan studi penerbangan.

“Waktu itu, satu tahun sekolah di Amerika saya sekolah bahasa Inggris, suami saya sekolah penerbangan. Kami berpikir, ‘inginnya (tinggal) di mana, sih?’. Kami berdua rencana sekolah di luar dulu, waktu itu juga baru bangun keluarga masih bingung mau tinggal di mana. Satu tahun di Amerika Serikat terus keluarga suami saya rombongan berkunjung. Setelah dua minggu mengunjungi kami di sana dan pulang, semua pulang. Jadi waktu itu perasaan saya sama suami kaget. Kayak homesick banget,” cerita Huang.

“Kami merasa pulang ke Indonesia saja. Itulah saya ikut suami saya pulang ke Indonesia,” sambungnya.

Huang Hua dan Tjandra Budi Darmawan pertama kali bertemu di Semarang. Saat itu, Huang Hua hadir dalam turnamen Indonesia Open 1992.

“Saya ke sini (Indonesia) sebagai pemain. Kebetulan ada peristiwa, sebelumnya saya datang (saat) papa saya meninggal. Jadi, saya waktu ke sini kondisinya kurang baik. Pelatih saya bilang, lihat saya setiap hari kondisinya kurang baik. Selain main, (suka) sendirian di halte.”

“Terus pelatih saya kan orang Solo, jadi dia tahun 60-an pulang ke China. Dia lihat kondisi saya seperti itu, lalu mau mengajak saya ikut pulang ke rumah keluarga dia. Kebetulan pelatih saya itu saudara dengan orangtua suami saya. Mereka ada hubungan keluarga. Jadi, itu sebabnya saya ikut pelatih saya,” papar mantan atlet yang kini telah dikaruniai tiga orang anak itu.

Huang melanjutkan, pertemuan mereka tanpa rencana apapun. Semua berjalan apa adanya dan diawali dengan pertemanan.

“Waktu itu sebenarnya enggak ada tujuan apa-apa, cuma ketemu suami saya kebetulan. Kayak salaman, jadi teman dulu,” kata Huang.

Huang Hua dan Tjandra Budi Darmawan dikaruniai tiga orang putra, Tjandra Michael serta sepasang anak kembar Tjandra Christian dan Tjandra William.

“Kalau bukan suami dan keluarganya saya enggak mungkin jauh-jauh tinggalkan China, pergi dari China. Soalnya enggak gampang kalau sampai keluar. Sejak lahir sampai saya selesai dan pensium dari bermain bulu tangkis semua waktu di China. Jadi, sebenarnya saya jujur saja datang ke sini semua untuk suami,” tukasnya.

 
(ELG)

Cerita Huang Hua, Legenda Bulu Tangkis Tiongkok yang Bermain Ketoprak di Klaten

Jakarta: Huang Hua, mantan atlet unggulan cabang olahraga bulu tangkis asal Tiongkok sekarang bermukim di Klaten, Jawa Tengah, Indonesia. Pada Maret 2018, Huang Hua bersama sang suami Tjandra Budi Darmawan terlibat pentas ketoprak di SD Kristen 3 Klaten.

Dia bercerita, aksinya saat itu menjadi pentas perdana bermain ketoprak bersama sang suami.

“Cuma main sekali saja, tapi banyak yang kayak, surprise. Jadi banyak yang suka,” cerita Huang Hua saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 21 September 2018.

Keterlibatan Huang dalam pentas itu rupanya tidak disengaja. Saat itu, Huang menemani Tjandra yang aktif dalam Perkumpulan Darma Bakti (PDB) dan sering bermain dalam pentas ketoprak.

“Sebenarnya saya pertama cuma menemani suami saya ke sana waktu dia latihan. Pertama itu latihan ketoprak enggak ada saya. Saya enggak ikut, cuma mengantar. Lalu, diajak teman saat beberapa kali nganterin. Dia bilang, Huang Hua ikut. Jadi, saya waktu itu mikir sama suami saya enggak apa-apa, sih. Itu cuma untuk charity sekolah,” katanya.

Saat itu, Huang Hua dan Tjandra ikut dalam kegiatan amal di SD Kristen 3 Klaten karena ajakan teman. Dalam acara itu, Huang bermain dengan sangat baik dibantu suami dan sutradara. Namun, dia belum ada keinginan untuk bermain ketoprak dalam jangka panjang.

“Sementara enggak ya. Soalnya saya mikir logat saya lucu, jadi orang tertarik. Tapi kalau main terus, nanti enggak lucu lagi,” papar mantan atlet asal Nanning, Guanxi China itu.

Dalam aksi panggungnya, logat kental Huang dibarengi dengan penggunaan bahasa Indonesia memecah suasana panggung ketoprak. Acara terbilang sukses dan berhasil menghibur penonton berkat penampilan Huang Hua dan Tjandra Budi Darmawan terutama ketika berdialog dalam bahasa Jawa. Beberapa aksi panggung Huang Hua bersama suami diakui sebagai tindakan spontan.

“Waktu kasih teksnya buat saya baca saya kayak masih enggak lancar. Suami sama sutradara bilang kalau latihan lama, nanti saya baca lancar malah justru enggak lucu. Jadi, latihannya enggak usah banyak-banyak. Sebenarnya anak saya kalau dengar cara saya bicara sama suami atau keluarga enggak terasa lucu, sih. Seperti setiap hari saya biacara seperti ini. Soalnya nanti di panggung saya bicara seperti ini, bagi orang yang enggak pernah dengar saya bicara terasa lucu aja,” kata Huang Hua.

Pada era 1990-an, Huang Hua termasuk atlet berprestasi dan dikenal sebagai saingan berat Susy Susanti. Dia menjadi bagian dari tim beregu putri Tiongkok dan memenangi Uber Cup tahun 1990 dan 1992. Selain itu, Hua juga menjadi runner-up World Championship tahun 1989.

Huang Hua kini telah bermukim di Indonesia kurang lebih selama 23 tahun sejak pindah ke Klaten pada 1995. Huang Hua juga telah berganti kewarganegaraan setelah menikah dengan Tjandra Budi Darmawan.

Pentas bertajuk Ketoprak Pengusaha Klaten “Rebut Kuwasa” diselenggarakan pada 10 Maret 2018 di SD Kristen 3 Klaten. Acara ini digagas oleh Perkumpulan Darma Bakti (PDB) Klaten dengan naskah yang ditulis dan diarahkan langsung oleh Bondan Nusantara.

 
(ELG)

Alami Stroke, Mat Solar Tetap Setia Dampingi Anak Wisuda

Mat Solar duduk di kursi roda saat foto bersama keluarganya (Foto: dok. its.ac.id)

Jakarta: Aktor dan komedian Mat Solar saat ini dalam keadaan sakit stroke. Meski begitu, pria bernama asli Nasrullah itu tetap menyempatkan diri menghadiri wisuda sang anak, Mikhail Ali Sidqi.

Kehadiran Mat Solar membuat pihak rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersentuh. Dalam foto yang diunggah situs resmi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Mat Solar tampak sedang berfoto bersama keluarga mengenakan pakaian serba putih.

Mat Solar yang dulu bertubuh tambun, sekarang terlihat lebih kurus. Dia sekarang lebih banyak beraktivitas menggunakan kursi roda.

“Ini adalah contoh orang tua yang sangat baik dalam melaksanakan tanggung jawabnya,” kata Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD dalam situs resmi ITS.

Putra Mat Solar, Mikhail Ali Sidqi memang diumumkan sebagai wisudawan berprestasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Hal itulah yang membuat Mat Solar rela menghadiri wisuda sang anak.

Aktor yang identik dengan sitkom Bajaj Bajuri itu mengaku bangga dengan pencapaian anaknya. Dia berharap ilmu yang dimiliki anaknya dan sarjana lain bisa berharga untuk negara.

“Wisudawan ini memiliki banyak pengetahuan tentang pemanfaatan sumber daya laut. Sangat rugi apabila tidak diimplementasikan pada negara Indonesia,” kata Mat Solar.

Mat Solar dikabarkan terkena stroke sejak 2015. Dua bulan belakangan, Mat Solar kembali terkena stroke dan kondisinya melemah hingga harus menggunakan kursi roda. Hingga saat ini, Mat Solar menjalani terapi akupuntur di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta Selatan.

Mat Solar saat ini berusia 55 tahun. Dia memulai karier di dunia hiburan sejak 1978. Dia lebih dikenal berkat perannya sebagai Bajuri di sinetron Bajaj Bajuri dan sinetron Tukang Bubur Naik Haji.
(ELG)

Mat Solar Berjuang Pulih dari Stroke

Jakarta: Nasrullah, aktor yang dikenal sebagai Mat Solar kini dikabarkan mengalami stroke. Kondisi kesehatan aktor komedi situasi Bajaj Bajuri dan sinetron Tukang Bubur Naik Haji itu ramai diberitakan setelah putranya, Mikhail Ali Shidqi diumumkan sebagai wisudawan berprestasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sabtu, 15 September 2018.

Mikhail mengambil studi Teknik Sistem Perkapalan. Dia juga terlibat dalam tim Marine Solar Boat yang fokus pada pengembangan teknologi perkapalan ramah lingkungan. Konsistensi Mikhail dalam bidang itu membawanya pada berbagai kompetisi tingkat dunia.

Kehadiran Mat Solar pada acara wisuda sang anak menarik perhatian Rektor ITS Prof. Ir. Joni Hermana MScES PhD. Mengutip laman resmi ITS, Rektor Joni terharu melihat kegigihan Mat Solar yang tetap hadir menghadiri acara wisuda putranya dengan menggunakan kursi roda.

“Ini adalah contoh orangtua yang sangat baik dalam melaksanakan tanggungjawabnya,” papar guru besar Teknik Lingkungan itu.

Menariknya, Mat Solar tidak hanya hadir, namun juga memberikan sedikit pandangannya terkait bidang studi anaknya.

“Dengan adanya tol laut, ilmu dari wisudawan ini mampu diimplementasikan,” kata Mat Solar, dikutip dari laman resmi ITS.

Mat Solar sebenarnya jadi bagian dari para seniman yang peduli pada pendidikan formal. Dia sempat terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Indonesia, jurusan Sosiologi. Sayang, Mat Solar drop-out dan memilih kembali ke dunia seni yang sudah ditekuninya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.

Kembali ke soal kesehatan Mat Solar, mengutip laporan Tabloid Bintang, istri Mat Solar Ida Nuralaila mengatakan Mat Solar terkena stroke sejak 2015. Sejak dua bulan lalu, kondisi Mat Solar kembali melemah dan harus menggunakan kursi roda. Sementara dari laporan yang dikutip dari Kumparan, stroke yang dialami Mat Solar bermula dari penyakit diabetes.

Belakangan, kondisi kesehatan Mat Solar diliput oleh beberapa media. Dalam salah satu kesempatan, Mat Solar yang masih dalam masa pemulihan berupaya keras meladeni kehadiran media dengan mengucapkan sepenggal permohonan maaf yang dia tujukan untuk masyarakat dan terutama penggemarnya.

“Saya ingin minta maaf sama permirsa jika selama saya menjadi publik figur ada kelakuan dan perkataan saya yang tidak berkenan di hati saudara-saudara, maafkan saya,” kata Mat Solar.

Mat Solar kini tengah menjalani terapi akupuntur di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta.

Saat ini, Mat Solar berusia 55 tahun. Sudah lebih dari 30 tahun Mat Solar hadir di panggung hiburan Indonesia. Daya tarik Mat Solar yang juga menjadikannya ikonik tidak lain dari logat Betawi dan banyolan spontannya dalam berbagai lakon. 
 

(ASA)

Susy Susanti Komentari Aksi Buka Baju Jonatan Christie di Asian Games 2018

Susy Susanti. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Susy Susanti yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI periode 2016-2020 menanggapi aksi buka baju atlet bulutangkis Jonatan Christie dalam Asian Games 2018. Aksi tersebut viral di media sosial sehingga nama atlet berusia 21 tahun

“Ya masing-masing kan punya cara masing-masing ya. Mungkin dia dengan keringat yang banyak sebetulnya mungkin dia juga tidak sengaja, karena setiap atlet itu tidak boleh ganti pada saat pertandingan belum selesai,” papar Susy di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu, 19 September 2018.

Jojo kerap melepas kaus yang dikenakan usai pertandingan. Hal ini menarik perhatian warganet dan menjadi salah satu isu terhangat di Asian Games 2018.

“Boleh ganti pada saat mungkin tengah-tengah, tapi kan dengan basah kuyup seperti itu otomatis dia juga kurang nyaman. Pada saat terakhir dia buka baju bukan hal yang disengaja atau apapun tapi mungkin dia juga ingin cepat untuk ganti, karena kan otomatis kalau terlalu lembab tidak bagus untuk kesehatan,” jelasnya.

Berkat aksi atlet yang akrab disapa Jojo itu, namanya kerap disorot oleh warganet. Namanya semakin melejit ketika berhasil membawa medali emas untuk Indonesia.

Selain itu, belum lama ini nama Jonatan Christie masuk dalam daftar 100 pria tampan di seluruh dunia versi TC Candler. Jonatan Christie turut mendapat pekerjaan sebagai bintang iklan untuk salah satu produk kesehatan pereda masuk angin.
 

(ELG)

Lana Del Rey Ingin Merilis Buku Puisi

Jakarta: Penyanyi Lana Del Rey menyenpatkan waktu menulis puisi di tengah kesibukan jadwal panggung dan persiapan materi album kedua. Setidaknya sudah ada 13 puisi panjang yang ditulis penyanyi berusia 33 tahun itu.

“Aku memiliki 13 puisi yang disatukan, lalu berpikir, ‘Wow, halaman-halaman ini menumpuk.’ Maksudku mudah untuk membuat haikus karena hanya tiga baris, 30 halaman haikus dengan kisaran 200 kata,” papar Lana, dikutip dari NME.

Namun, Lana merasa tumpukan puisi itu dirasa terlihat seperti kumpulan naskah, bukan buku. Lana ingin menerbitkan puisi itu sendiri. “Tapi aku tidak cukup baik untuk mendistribusikannya,” kata Lana.

Buku puisi itu nantinya akan diberi judul Violent Bent Backwards Over the Grass. “Itu diambil dari baris pertama dalam puisi favorit yang aku tulis. (Gadis kecil) berusia 7 tahun dengan bunga dandelion yang digenggam erat di tangannya,” ungkap Lana.

Lana Del Rey akan meluncurkan album keenam Norman Fucking Rockwell pada 2019. Album ini diperkenalkan lewat singel Mariners Apartment Complex yang dirilis 12 September lalu dan singel Venice Bitch pada 18 September lalu.
 

(ASA)

Sutradara Oscar Lamar Kekasih di Panggung Emmy

California: Glenn Weiss, sutradara seremoni Academy Awards atau Piala Oscar ke-90, meraih satu Piala Emmy untuk kategori Directing for a Variety Special. Dalam pidato kemenangan di podium Emmy, Glenn menggunakan kesempatan itu untuk melamar kekasihnya, Jan Svendsen.

Acara puncak Primetime Emmy Awards ke-70 diadakan di Microsoft Theater, Los Angeles, pada Senin malam, 17 September 2018 waktu setempat. Glenn menjadi salah satu pemenang atas perannya sebagai sutradara seremoni Piala Oscar yang disiarkan di ABC pada awal Maret lalu.

Glenn, seperti dilaporkan EW, naik ke panggung, menerima piala, dan memberi pidato singkat di podium. Dia mengawali dengan ucapan terima kasih kepada anak-anaknya dan penghormatan kepada sang ibu, yang meninggal dua pekan sebelumnya.

“Ibu selalu yakin akan menemukan cahaya cerah dalam berbagai hal, dan dia mengagumi Jan pacarku. Jan, kamu adalah cahaya cerah dalam hidupku dan benar kata Ibu: Jangan pernah melepaskan cahayamu,” kata Glenn, seperti terdengar dalam tayangan yang diunggah Television Academy di YouTube.

“Kamu bertanya-tanya kenapa aku tidak suka memanggilmu sebagai pacarku?” tanya Glenn kepada Jan, “karena aku ingin memanggilmu sebagai istriku.”

Seketika para tamu di Microsoft Theater langsung menyambut berdiri dengan riuh dan tepuk tangan. Sebagian terharu dan meneteskan air mata, seperti Claire Foy. Jan pun maju ke atas panggung. “Aku belum bertanya,” ujar Glenn, berusaha menenangkan para tamu.

“Ini adalah cincin yang ayahku pakaikan ke jari ibuku 65 tahun lalu. Buat saudara-saudaraku, aku tidak mencuri cincin ini, Ayah tahu aku punya ini, oke?” kata Glenn sambil memegang tangan Jan di panggung.

“Jan, aku ingin memakaikan cincin, yang pernah dipakai ibuku, ke jarimu di di hadapan semua orang ini dan di hadapan ibuku dan orangtuamu yang sedang menonton, dari atas,” ucap Glenn yang kemudian berlutut, “Maukah kau menikah denganku?”

Jan langsung mengangguk dan mereka berciuman. Para tamu menyambut dengan tepuk tangan lebih meriah.

“Terima kasih Academy! Terima kasih untuk setiap orang!” seru Glenn sebelum turun panggung.

Glenn adalah produser dan sutradara televisi kelahiran 1961. Dia sudah 24 kali menjadi nomine Emmy sejak 2003 dan meraih 14 kemenangan.

(ELG)

Taylor Swift Diancam akan Dibunuh

Los Angeles: Penyanyi Taylor Swift kembali mendapat teror dari seorang penguntit. Eric Swarbrick, warga asal Tennessee dilaporkan mengirim surat teror memperkosa dan membunuh Taylor Swift sejak September dua tahun lalu.

“Aku ingin memperkosa Taylor Swift. Ini alasan mengapa aku membenci Taylor Swift. Ini caraku untuk mengetahui aku adalah belahan jiwa Taylor Swift,” tulis Eric dalam pesan kepada Taylor, dilansir TMZ.

“Aku tidak akan ragu untuk membunuhnya dan tidak ada satupun di antara kalian, pengacara atau hukum yang akan terlibat. Ingat siapa aku,” tulis Eric.

Kabarnya, penyanyi berusia 26 tahun itu sudah melayangkan surat permohonan penahanan terhadap Eric setelah memyebabkan Taylor mengalami stres, khawatir berlebih dan ketakutan. Pihak hakim kemudian meminta Eric berhenti dan menjauh dari kediaman Taylor.

Penguntit Taylor sebelumnya, Roger Alvarado sempat masuk ke kediaman Taylor di New York. Ada juga penguntit lain, Frank Andrew Hoover yang mengancam akan membunuh Taylor Swift dikenakan percobaan masa tahanan 10 tahun. Pria lain bernama Julius Sandrock, sempat ditahan pihak kepolisian karena tertangkap sedang mengawasi kediaman Taylor di Beverly Hills sambil mengenakan masker dan membawa pisau.

(ASA)

Lily Allen Ungkap Pengalaman Nyaris Diperkosa

London: Penyanyi pop asal Inggris Lily Allen pernah mengungkap dirinya nyaris diperkosa oleh seorang bos rekaman ketika sedang tidur. Kini, pengalaman traumatis itu diceritakan Lily secara lengkap lewat salah satu bab dalam buku memoar terbarunya, Thoughts Exactly. 

Seperti dikutip dari The Guardian, Lily tidak menyebutkan nama bos itu di buku karena alasan hukum, kendati awalnya dia sangat ingin menuliskan namanya secara eksplisit. 

Lily, 33 tahun, bercerita dia dan bos prianya menginap di hotel beda kamar. Suatu malam ketika mereka bergabung ke sebuah pesta, Lily ambruk. Pria ini lantas mengantar Lily ke kamarnya sendiri dan membiarkan dia tidur di sana. Lily mengklaim bahwa paginya, dia terbangun karena merasa ada seorang di samping.

“Aku terbangun jam 5 pagi karena aku bisa merasakan seorang di sebelahku, menekan tubuhnya yang telanjang ke punggung. Aku telanjang juga,” tulis Lily.

“Aku beranjak secepat mungkin dan melompat dari tempat tidur, penuh kesiagaan. Aku segera mencari bajuku dan lari dari kamarnya menuju kamarku,” lanjutnya. 

Atas kekerasan seksual itu, Lily menyalahkan diri sendiri karena sudah ikut minum-minum. Dia frustasi karena tidak bisa melawan atau melaporkan pria tersebut dan tetap bekerja dengannya karena merasa bosnya punya kuasa dan uang lebih besar.  Dia takut terkena cap “histeris” atau “perempuan ribet”, tetapi di sisi lain merasa malu, marah, dan bingung. 

Insiden itu juga tidak dilaporkan karena menurut Lily, ujung-ujungnya dia akan kalah. Dia merasa peristiwa itu belum layak lapor karena si bos tidak memperkosa, tetapi mencoba memperkosa.

Menurut Lily, gerakan #MeToo masih belum mampu mengubah banyak hal setelah hampir satu tahun terangkat. Dia mengklaim bahwa para pelaku industri masih bungkam mengenai masalah kekerasan seksual, yang sebetulnya sangat besar dan melemahkan posisi perempuan terhadap laki-laki.

Belakangan, Lily mendapat tawaran dari radio untuk tampil di sebuah acara. Namun dia menolak tawaran ini karena tidak ingin bertemu dengan pria tadi, yang adalah bos dari manajemen salah satu penampil lain. Setelah menolak, singel terbarunya tidak disiarkan oleh radio ini, tetapi Lily juga tidak bisa menjelaskan kenapa dia tidak menyanggupi tawaran bermain. 

Sebagai musisi, pelantun lagu Somewhere Only We Know ini telah merilis empat album solo sejak 2006. Album terbarunya adalah No Shame yang baru saja dirilis pada awal Juni 2018 lalu. No Shame memuat curahan hati Lily tentang krisis identitas dan betapa dia tidak menikmati musik yang telah dia rilis sebelumnya.
 

(ASA)

Istri Debby Nasution Merasa Kehilangan Sosok Guru

Jakarta: Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat mengaku kehilangan sosok guru ketika Debby Nasution sang suami meninggal. Selama ini, Sitoresmi selalu menerima bimbingan soal agama dari Debby.

Sitoresmi, mantan istri WS Rendra lalu Sjukri Fadholi, adalah istri keempat Debby. Dia menetap di Yogyakarta dan tinggal beda rumah dengan Debby. Ketika jenazah Deddy dimakamkan di TPU Pasir Putih, Depok, Jawa Barat, Sitoresmi ikut mengantarkan.

“Saya pribadi benar-benar merasakan seperti kehilangan guru. Saya tidak pernah terlepas dari bimbingannya,” kata Sitoresmi usai melayat, Minggu, 16 September 2018.

“Walaupun kami berada di dua tempat berbeda, saya di Jogja, dia di Jakarta, tetapi saya merasa kehilangan. Saya tidak tahu harus bertanya kepada siapa jika saya punya pertanyaan khusus yang berkaitan dengan beliau. Saya masih belum percaya. Kalau usia beliau, yang relatif belum terlalu sepuh, karena dia beda enam tahun di bawah saya,” lanjutnya.

Sitoresmi menyebut bahwa Debby sudah menjadi milik masyarakat. Ini tampak dari banyaknya murid bimbingan Debby yang ikut melayat ke Depok, bahkan masih berkumpul di sekitar pusara usai pemakaman.

“Satu pertanda bahwa beliau mendapatkan cinta yang begitu tulus dari jamaah,” ujarnya.

Sitoresmi, yang lahir pada 1950 dari keluarga Keraton, belajar akting dari grup teater Rendra. Dia juga menjadi aktor film sejak 1981 lewat Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari. Lalu merambah dunia musik sebagai penyanyi. Dia pernah mengisi vokal salah satu lagu di album Palestina bersama Gank Pegangsaan, grup musik gagasan Debby.

Debby dan Sitoresmi menikah pada 1996. Waktu itu, dua istri Debby telah meninggal.

Sebelum Debby meningal pada Sabtu siang, 15 September 2018, Sitoresmi sempat berbincang dengannya lewat telepon dan pesan teks sepekan sebelumnya.

“Seperti biasa, saya konsultasi soal agama karena di Jogja, saya selaku orang yang dipercaya masyarakat untuk memberi materi keagamaan. Itulah (komunikasi) yang terakhir, tanggal 9 (September) kemarin,” pungkasnya.

Debby terkena serangan jantung usai memberi ceramah agama di Masjid Al-Ikhlas Cipete Selatan, Cilandak. Dia segera dilarikan ke RS Mitra Setia, tetapi nyawa tak tertolong. Debby meninggal dalam usia 62 tahun.

(DEV)