Influencer Muda Dunia Maya

Jakarta: Dalam dunia digital, kreativitas unik dapat menciptakan suatu karya yang mampu memengaruhi dan menginspirasi banyak orang. Para pelaku ini yang biasa disebut sebagai influencer. 

Para influencer di dunia digital menyajikan beragam konten yang menarik. Misalnya, kehidupan sehari-hari, fesyen, hobi, hingga makanan. Konten yang mereka sajikan menjadi inspirasi bagi jutaan pengikutnya.

Mari kita mengenal lebih dekat para influencer tersebut. Salah satunya, Natya Shina. Dia beken sebagai seorang content creator. Namanya mulai mencuri perhatian publik setelah membuat koreografi dancer bersama rekannya.

Shina mulai membuat konten koreografi modern dance saat Korean pop sedang digandrungi. Shina makin dikenal luas saat membuat koreografi dance bertema Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Kemudian, ada Hendi Hindaro. Dia seorang pekerja biasa yang memiliki hobi me-review dan mengabadikan makanan yang dikonsumsi dengan cara difoto dan memvideokannya. 

Hendi sering bekerja sama dengan para foodies, sebutan komunitas makanan di Instagram, untuk jalan-jalan kuliner dan mereview makanan-makanan tersebut. Uniknya, Hendi selalu me-review makanan khas Indonesia.

Selanjutnya ada Tommy Liem, creative content yang namanya tidak asing lagi di dunia digital, terutama YouTube. Dia pertama kali berkarya sebagai creative content bersama temannya, untuk membuat video bertema masalah keseharian. Tidak disangka karya tersebut membawa Tommy Liem sebagai salah satu Best Creative Content Asia 2017.

Terakhir, ada Maria Selena, model yang kini menjadi influencer gaya hidup sehat. Selain tuntutan profesi, Maria memang sudah menjalani gaya hidup sehat sejak masih duduk di bangku SMA.

Pola hidup sehat dijalaninya setelah dirawat di rumah sakit akibat jajan sembarangan. Kini, Maria menjadi salah satu role model anak muda untuk mendapatkan berbagai tips hidup sehat.

Saksikan selengkapnya kisah inspirasi para influencer pada program IDEnesia, Minggu, 11 November 2018, pukul 21.30 WIB.

(ROS)

Ezra Miller Pernah Alami Pelecehan Seksual

Los Angeles: Ezra Miller angkat bicara soal pelecehan seksual yang pernah dialaminya. Hal itu dialami ketika aktor Fantastic Beasts tersebut masih di bawah umur.

Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara terbarunya bersama The Hollywood Reporter dikutip dari NME, ketika ia menyarankan para pria kuat harus tunduk pada perempuan dan kekuatan feminin karena mereka telah mengacaukan dunia.

“Mereka memberi saya anggur dan saya masih di bawah umur,” kata Ezra saat mengalami perlakuan tidak menyenangkan tersebut dari sutradara dan produser.

“Mereka mengatakan, ‘Hei, ingin terlibat dalam film kami tentang revolusi gay?’ Aku membalas, ‘Tidak, kalian adalah monster’,” ucapnya.

Aktor berusia 26 tahun itu juga bersyukur, iklim masyarakat sekarang untuk angkat bicara sangat baik. Salah satunya tagar #MeToo yang sempat viral di Twitter. Tagar ini merupakan seruan bagi para penyintas pelecehan seksual yang sempat bungkam.

“Ini adalah momen yang baik. Anda tahu mengapa? Pelecehan seksual itu sangat tidak diterima. Kita semua tahu perlakuan itu tidak diterima ketika kita tengah berjuang. Itulah dunia Hollywood. Aku pikir orang di industri film, termasuk aku, tahu kami seperti pekerja seksual,” paparnya.

Ia termasuk salah satu aktor yang aktif berbicara tentang pelecehan seksual yang terjadi dalam industri film. Terlebih, ketika isu ini muncul dalam dunia Hollywood.

“Aku rasa para pria yang berkuasa harus mengakui dan merendahkan diri pada kekuatan perempuan, karena selama ini tindakan mereka merusak dunia,” ucapnya.

Bukan kali ini saja Ezra mengutarakan dukungan untuk gerakan #MeToo. Dalam wawancaranya bersama Majalah GQ, ia mengungkapkan bagimana pria aku mengakui perbuatannya.

Ezra Miller memerankan tokoh Credence Barebone dalam sekuel Fantastic Beasts, The Crimes of Grindelwald. Film ini dirilis di bioskop pada 16 November 2018.

 
(ELG)

Lee Jong-suk Dideportasi dari Indonesia, Agensi akan Tempuh Jalur Hukum

Jakarta: Pihak agensi Lee Jong-suk, A-Man Project menyatakan siap menempuh jalur hukum atas kasus deportasi yang dialami artisnya pada Senin, 5 November 2018. Pernyataan ini dipaparkan melalui akun Instagram A-Man Project pada Senin malam.

“Kami berencana menempuh jalur hukum untuk menuntut pihak agensi dan promotor lokal yang menyebabkan insiden ini,” papar A-Man Project.

Pihak Lee Jong-suk bekerja sama dengan pengacara Ahn Jung Hye dari firma hukum Yulchon untuk menindaklanjuti perlakuan pihak agensi dan promotor lokal di Indonesia. Mereka juga menuturkan permohonan maaf karena membuat penggemar Lee Jong-suk khawatir.

“Sekali lagi kami minta maaf pada perusahaan produksi drama, para staf, dan publik karena menyebabkan kekhawatiran. Kami dari pihak agensi dan Lee Jong-suk akan membayar semua cinta yang kalian tunjukkan kepada sang aktor,” tulis pihak agensi.

Di samping itu, pihak A-Man Project juga merasa kesal karena agensi dan promoter lokal Indonesia berbelit saat ditanya soal alasan tindakan deportasi terhadap Lee Jong-suk dan tim. Jawaban yang kerap berubah dan tidak pasti membuat pihak agensi Lee geram.

“Kami masih mencari tahu penyebab insiden ini, tetapi penjelasan pihak agensi dan Yes24 selalu berubah-ubah. Pertama, kami mendengar bahwa pihak perwakilan Yes24 di Indonesia mengambil paspor Lee Jong-suk dan tim tanpa alasan kemudian menghilang. Beberapa jam kemudian, mereka ditahan pihak otoritas pajak Indonesia karena tidak membayar pajak. Penjelasan mereka berubah dan mengatakan paspor Lee Jong-suk dan tim diambil selama proses berlangsung.”

“Dua jam kemudian, media lokal Indonesia melaporkan Yes24 tidak melampirkan izin kerja waktu tertentu dan menyebabkan permasalahan terkait visa. Setiap penjelasan mereka sungguh tidak bisa dipercaya dan (kami) tidak tahu penjelasan dan alasan apa lagi yang akan diberikan,” tulis pihak agensi.

Menurut A-Man Project, insiden ini menjadi pengalaman pertama mereka.

“Halo, kami A-Man Project. Kami menjadi pusat perhatian banyak orang lantaran keberangkatan aktor Lee Jong-suk tertunda setelah melakukan jumpa penggemar karena ada beberapa masalah dengan pihak agensi dan promotor lokal Yes24. Ini kali pertama kami mendapat perlakuan seperti ini, kami sangat terkejut.”

“Lee Jong-suk tidak memikirkan dirinya sendiri, ia justru khawatir jadwal syuting drama berubah karena masalah yang dialami. Beruntung, pihak kedutaan Korea Selatan di Indonesia berhasil memberangkatkannya dan tengah dalam perjalanan pulang ke rumah,” papar pihak agensi dalam keterangan tertulis di Instagram.

Lee Jong-suk menggelar fan meeting atau jumpa penggemar bertajuk Crank Up pada Sabtu, 3 November 2018 di The Hall Kasablanka Jakarta. Mereka yang seharusnya dijadwalkan pulang pada Minggu, 4 November harus menunggu lantaran ada masalah internal dalam pihak agensi.

Lee Jong-suk telah bertolak ke Korsel pada Senin malam, 5 November 2018 dengan maskapai Korean Air.

 
(ELG)